
Komunitas: Subsidi Penitipan Anak Tanpa Syarat Jam Kerja

A teacher helping students with project in a classroom. Source: Getty / Hill Street Studios
Mulai 5 Januari 2026, keluarga yang memenuhi syarat kini dijamin mendapat tiga hari per minggu subsidi penitipan anak tanpa harus membuktikan jam kerja. Bagaimana kebijakan ini mempengaruhi keputusan kerja dan aktivitas para ibu Indonesia di Australia?

Speaker 1
Bersama dengan SBS Indonesian kali ini, pendengar, kita akan membahas mengenai kebijakan subsidi penitipan anak terbaru di Australia.
Per 5 Januari 2026, pemerintah federal telah menghapus persyaratan aktivitas untuk tiga hari pertama subsidi penitipan anak.
Keluarga yang memenuhi syarat subsidi kini dijamin mendapat minimal 72 jam per dua minggu atau setara tiga hari per minggu tanpa harus membuktikan jam kerja mereka.
Untuk mengetahui bagaimana kebijakan ini mempengaruhi keputusan kerja dan aktivitas lain para ibu Indonesia di Melbourne, SBS Indonesian berbincang dengan Ibu Anis yang sedang kuliah dan Ibu Adriana yang bekerja lepas.
Berikut perbincangan kami.
Mbak Anis, anaknya ada berapa?
Speaker 2
Satu.
Speaker 1
Dan berapa usia mereka?
Speaker 2
Umur tiga, ya.
Speaker 1
Ya, dan Mbak Anis sudah mendengar belum tentang adanya kabar subsidi bertambah 72 jam untuk yang layak mendapatkan CCS, begitu ya?
Speaker 2
Sudah, sudah.
Speaker 1
Bagaimana tuh?
Sudah mulai pertanggal 5 ini kalau nggak salah ya, 5 Januari.
Speaker 2
Benar.
Speaker 1
Dan menurut Mbak Anis bagaimana tuh, kabar baik kah atau bagaimana?
Speaker 2
Sebenarnya ini baik, baik banget ya buat ibu-ibu yang kayak dia belum kerja atau nggak kerja atau dia nggak sekolah yang stay home.
Soalnya dia bisa dapat subsidi yang ngebantu banget mengurangi biaya childcare-nya gitu.
Soalnya kan kayak apa ya, biaya bersihnya itu kita jadi lebih rendah adanya CCS ini.
Speaker 1
Dan si anak sekarang masuk ke childcare ya?
Speaker 2
Iya, betul.
Dan boleh tahu Mbak Anis apakah sedang bekerja atau sedang tidak bekerja? Fokus dulu ke anak.
Speaker 2
Aku kebetulan sekolah, jadi awur aku alhamdulillahnya bisa lebih banyak.
Speaker 1
Anak berapa kali seminggu di childcare?
Speaker 2
Empat hari.
Iya.
Jadi kalau aku sekolah, karena aku sekolahnya empat hari, jadi anakku aku masukin empat hari.
Itu kebetulan kan aku dapat subsidi childcare dari sekolahku itu free.
Sekarang lagi school holiday ini, jadi aku dapat CCS itu di childcare yang beda.
Speaker 1
Baik.
Speaker 2
Jadi lebih murah juga semenjak ada CCS ini ya, menurutku.
Speaker 1
Tapi belum tahu pastinya bayar berapa ya ke depannya?
Atau sudah tahu perkiraannya lebih murah berapa?
Speaker 2
Sudah, aku sudah mulai anakku di beda childcare ini yang bayar.
Kayak tiga hari ini, di school holiday ini aku cuma ambil tiga hari,
karena aku masih di libur sekolah juga, jadi aku kena 151 lah per fortnightly.
Itu sangat membantu sih.
Speaker 1
Iya, itu karena terbantu sama CCS ini ya.
Kalau sebagai diaspora Indonesia ya, bagaimana nih Mbak Anies melihat sistem dukungan childcare di Australia dibanding di Indonesia ya?
Speaker 2
Membantu banget sih menurutku ya.
Di sini untuk anak-anak ya, khususnya anak-anak tuh di sini kayak government-nya tuh kayak ngebantu sekali gitu loh.
Apalagi untuk kita yang para ibu-ibu yang belum kerja gitu, yang di rumah aja gitu loh.
Mau masukin anaknya sekolah, itu tuh kayak tidak dipersulit dan memudahkan kita untuk yang kita bisa mendapatkan waktu.
Kita bisa punya waktu sendiri gitu loh untuk fokus sama diri sendiri.
Speaker 1
Dan kita juga tidak butuh pembantu rumah tangga seperti di Indonesia ya?
Speaker 2
Enggak, ya itu salah satunya. Kalau anak childcare ya kita bisa membenah rumah.
Speaker 1
Dan harapan ke depan nih menurut Anda, apalagi sih yang perlu ditingkatkan pemerintah untuk benar-benar mendukung ibu bekerja dan sedang sekolah lagi seperti Anda?
Speaker 2
Maunya sih kalau bisa full free ya untuk childcare-nya kan.
Kalau ini kan kita hanya dikasih 72 hours for the CCS ini kan.
Ya kalau bisa sih, kalau pemerintah mau kasih kita dana untuk kita bisa masukin free, ya itu lebih bagus.
Jadi lebih banyak hour lagi gitu.
Speaker 1
Anne, anaknya umur berapa nih?
Speaker 2
Umur 2,5 tahun sekarang.
Speaker 1
Ini boleh cerita sedikit nih tentang situasi kerja Anne saat ini bagaimana?
Speaker 2
Jadi suami saya kerja full time dan aku sendiri sejak anak saya lahir memutuskan untuk kerja.
Aku berhenti dari kerjaan lama aku dan sekarang jadi fokus kerja freelance dengan harapan yang bisa ada fleksibel.
Dan fleksibel mengurus anak dan juga keluarga tapi juga bisa kerja di saat-saat yang bebas.
Speaker 1
Jadi bagaimana mengatur pekerjaan sambil mengurus anaknya nih?
Speaker 2
Ya diselip-selipin lah sini sana.
Jadi kan sekarang ada jaminan 3 hari subsidi ini.
Speaker 1
Nah, apakah Anne akan mempertimbangkan untuk mendaftarkan anak ke child care atau ke kindi?
Speaker 2
Ya kindi memang sudah pengen sih.
Tapi dulu memang sempat waktu mikirin child care rasanya setelah dihitung-hitung nggak terlalu worth.
Karena nggak dapet too much subsidi juga karena kondisi household kita.
Terus juga dengan adanya resiko-resiko sebagai orang tua yang punya anak pertama rasanya jadi banyak.
Dan akhirnya memutuskan nggak dulu sampai TK.
Nah, waktu denger ini sebenarnya lumayan.
Kayaknya jadi salah satu faktor untuk naruh anak di other people's care jadi lebih oke ya bisa di-consider ulang nih.
Tapi karena umur anaknya udah 2,5 jadi kita mikir oke deh ini kayaknya cocok nanti buat mikirin lagi buat nanti TK.
Speaker 1
Berarti sekarang dipertimbangkan ya?
Speaker 2
Iya, tadinya sempat waktu ngitung-ngitung kayaknya nggak terlalu worth ya considering resikonya.
Dan juga kan dengan banyak berita juga ngomongin tentang keadaan sistemnya gitu.
Jadi kita berharap udah keadaan sistemnya rasanya masih belum dibenahi.
Terus juga harganya nggak murah-murah juga rasanya kayak nggak kalau dipikir-pikir nggak worth juga gitu loh.
Speaker 1
Baik, dan kalau misalnya nanti anak Anda didaftarkan begini akan mengubah pola bekerjaan sendiri atau tidak nih?
Speaker 2
Banget sih.
Tadi kan aku cerita kalau aku kerja lebih kalau ada waktu dan biasanya kalau anak umur segini ya waktunya pas mereka tidur.
Atau pas suami saya selesai kerja.
Tapi dengan adanya ini saya bisa jadi lebih ada kapasitas untuk bekerja.
Karena memang dulu, karena sekarang juga sebenarnya banyak proyek-proyek yang aku pengen kerjain.
Tapi aku harus tunda dulu karena aku pengen fokus waktu anaknya masih kecil.
Dan kalau nanti dia bisa di-take care dan juga rasanya nggak ada pressure.
Karena dulu kan rasanya aku kan kerja freelance.
Aku harus rasanya menghasilkan uang segini nih baru rasanya childcare jadi worth it.
Tapi sekarang kalau dengan subsidi ini aku tahu gitu.
Jadi nggak ada terlalu banyak tekanan untuk aku saat managing my own business.
Karena aku tahu oh ya oke lah ini kan nggak terlalu di the income test lagi gitu.
Speaker 1
Baik dan ini kan berarti kan hanya tiga hari seminggu.
Tapi lumayan membantu ya?
Speaker 2
Membantu sih.
Setelah jadi orang tua kayaknya kita bisa menghargai satu dua jam bebas itu jadi produktif sekali ya.
Karena menurut saya sekarang jadi kerjaan apa pun multitasking ya.
Kayak harus ganti konteks-ganti konteks.
Tapi kayak kalau tahu anak tiga hari itu bisa di-take care.
Dan jadi jelas ada block of time di mana aku bisa kerja fokus sih rasanya bisa banyak banget yang dikerjain.



