Watch FIFA World Cup 2026™ LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Perlu TGPF untuk Selidiki Kasus Aktivis Kontras

InShot_20260319_174101028-2666406780.webp

KontraS activist Andrie Yunus, the victim of the acid attack, is still undergoing medical treatment at Cipto Mangunkusumo Hospital (RSCM) in Jakarta. Credit: KontraS

Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus, kini memicu kegaduhan publik akibat adanya dualisme hasil penyelidikan antara Polri dan TNI.


Kepolisian menetapkan dua tersangka berinisial BHC dan MAK, pihak TNI justru merilis empat anggota BAIS sebagai pelaku dalam waktu yang hampir bersamaan.

Ketidaksinkronan ini memicu kritik tajam dari Kontras yang menilai adanya ego sektoral dan kurangnya koordinasi dalam penanganan kasus kekerasan terhadap warga sipil.

Keheranan yang sama juga diungkapkan Fatkhul Khoir, Koordinator Badan Pekerja Kontras Surabaya ketika dihubungi SBS Indonesian terkait kasus ini.

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran lama mengenai transparansi peradilan militer yang cenderung tertutup dan sering kali hanya menghukum pelaku lapangan tanpa menyentuh aktor intelektual di balik sistem komando.

Demi mengembalikan kepercayaan masyarakat dan menjamin akuntabilitas, Presiden Prabowo didorong untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang melibatkan unsur masyarakat sipil guna mengungkap motif sebenarnya di balik serangan tersebut secara tuntas.

==========

Nurhadi Sucahyo

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now