Kepolisian menetapkan dua tersangka berinisial BHC dan MAK, pihak TNI justru merilis empat anggota BAIS sebagai pelaku dalam waktu yang hampir bersamaan.
Ketidaksinkronan ini memicu kritik tajam dari Kontras yang menilai adanya ego sektoral dan kurangnya koordinasi dalam penanganan kasus kekerasan terhadap warga sipil.
Keheranan yang sama juga diungkapkan Fatkhul Khoir, Koordinator Badan Pekerja Kontras Surabaya ketika dihubungi SBS Indonesian terkait kasus ini.
Kondisi ini memperkuat kekhawatiran lama mengenai transparansi peradilan militer yang cenderung tertutup dan sering kali hanya menghukum pelaku lapangan tanpa menyentuh aktor intelektual di balik sistem komando.
Demi mengembalikan kepercayaan masyarakat dan menjamin akuntabilitas, Presiden Prabowo didorong untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang melibatkan unsur masyarakat sipil guna mengungkap motif sebenarnya di balik serangan tersebut secara tuntas.
==========
Nurhadi Sucahyo




