Pimpinan perusahaan Kharisma Hijau Daun - KHD, Hermanto, menjelaskan kepada SBS Indonesian bahwa produk mereka sudah diterima dengan baik di Bali, tetapi belum maksimal di kota-kota lain di Indonesia.
Saat ini kesadaran penggunaan produk ramah lingkungan baru terlihat menonjol di Bali karena didorong oleh permintaan wisatawan mancanegara dan kesadaran pelaku usaha setempat, sementara di wilayah lain penggunaannya belum maksimal karena minimnya penegakan hukum terhadap pelarangan plastik.

Meskipun terobosan seperti kantong dan sedotan ramah lingkungan berbahan singkong telah hadir melalui inisiatif perusahaan Kharisma Hijau Daun (KHD), namun adopsi produk ini di Indonesia masih menghadapi tantangan besar terutama terkait harga jual yang mencapai dua hingga tiga kali lipat lebih mahal daripada plastik konvensional.
Tingginya harga tersebut dipicu oleh biaya bahan baku budidaya singkong yang lebih mahal dibandingkan ampas minyak bumi serta volume produksi yang masih terbatas.
Masa depan produk ramah lingkungan ini sangat bergantung pada dukungan pelaku bisnis dan fluktuasi harga minyak bumi yang diharapkan dapat memperkecil selisih harga sehingga produk berbasis singkong mampu bersaing secara luas di pasar nasional.
Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore. Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcasts kami.
Gunakan SBS Audio, dapat diunduh dari App Store atau Google Play.




