Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Sagu dan Identitas Papua: Di Ambang Kepunahan atau Diversifikasi?

Sagu_Sorong.jpg

Traditional harvesting of sago / sagu (Metroxylon) in Maybrat, Southwest Papua, Indonesia Credit: Wikimedia Commons

Bagi masyarakat Papua, sagu bukan sekadar pengisi perut. Ia adalah fondasi budaya adiluhung yang menyatu dengan sejarah dan jati diri manusia di atas tanahnya. Namun, bayang-bayang perubahan gaya hidup kini memicu kekhawatiran: apakah sagu akan tersisih dari kehidupan masyarakat Papua?


SBS Indonesian berbincang dengan Dr. Aser Rouw, SP, M. Si, selaku Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Papua. Beliau mengungkapkan adanya penyusutan signifikan pada populasi sagu alam.

Berdasarkan data analisis indikatif, potensi sagu di Papua yang pada periode 1990-an mencapai sekitar 5,2 juta batang pohon kini menurun drastis menjadi hanya sekitar 1,2 juta batang.

Fenomena ini juga terlihat jelas di Jayapura, di mana dalam kurun waktu dua tahun sejak 2018, jumlah pohon sagu berkurang dari lima ribu menjadi empat ribu batang lebih.

Meskipun konsumsi beras di kalangan masyarakat Papua meningkat sebagai bentuk diversifikasi pangan, hal ini menurut Aser tidak serta-merta menandakan pergeseran konsumsi secara total.

Pemerintah pun telah melakukan berbagai langkah strategis melalui program konservasi, penataan, hingga hilirisasi pengolahan. Lembaga yang dipimpin Aser telah mendaftarkan 11 aksesi plasma nutfah sagu Papua untuk proteksi dan mengusulkan dua di antaranya menjadi varietas nasional.

download.png
Dr. Aser Rouw, SP, M. Si, is the Head of the Papua Center for the Implementation of Agricultural Modernization (BRMP), an institution under the Indonesian Ministry of Agriculture. Credit: Indonesian Ministry of Agriculture.

Satu keunikan sagu adalah sifatnya yang merumpun mirip pohon pisang, sehingga proses regenerasi terjadi secara alami ketika satu pohon ditebang.

Ke depannya, pelestarian sagu menjadi sangat krusial karena beberapa alasan utama. Pertama, di tengah tantangan perubahan iklim, sagu harus dipandang sebagai sumber pangan utama karena kemampuannya beradaptasi di lahan marginal dan ketahanannya terhadap kemarau.

Kedua, sagu memiliki potensi besar sebagai sumber energi.

Ketiga, ekosistem sagu menyimpan nilai ekologis yang kaya bagi orang Papua, karena di dalamnya terdapat berbagai hasil hutan, mulai dari hewan buruan hingga ikan rawa yang menjadi penopang kehidupan mereka.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcasts kami.

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now