Agama vs Sains? Dilema etis vaksin COVID-19 yang terbuat dari janin yang diaborsi

A health worker preparing to give a patient a vaccine.

A health worker preparing to give a patient a vaccine. Source: AAP

Ini adalah diskusi lama yang saat ini menjadi pusat perdebatan seputar potensi vaksin COVID-19 di masa depan


Para ilmuwan telah menekankan bahwa ada peraturan etika yang kuat seputar penggunaan sel manusia di laboratorium manapun.

Sementara itu, perdana Menteri Scott Morrison, yang menganut agama Kristen konservatif, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia menghormati pandangan komunitas agama.

Perdana Mentri Morrison juga mengatakan ada harapan yang tulus bahwa kandidat vaksin Universitas Queensland, yang tidak mengandung garis sel ini, akan tersedia sebagai alternatif

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.

Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami. 

Dan Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus


Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now