Aktivis remaja menghentikan ratusan pernikahan anak

Dola, 15, a young leader from Bangladesh, is at the United Nations in Geneva to share about her Child Forum work to end child marriages in her community.

Dola, 15, a young leader from Bangladesh, is at the United Nations in Geneva to share about her Child Forum work to end child marriages in her community. Source: World Vision

Di seluruh dunia, jutaan gadis di bawah umur dipaksa menikah, dan para advokat mengatakan praktik tersebut kemungkinan akan meningkat sementara pandemi COVID-19 berlanjut.


Organisasi bantuan World Vision mengatakan menikah di usia muda dapat membahayakan kesehatan seorang gadis, menghilangkan kesempatan untuk mendapat pendidikan layak, dan meningkatkan kemungkinan tetap hidup dalam kemiskinan. Secara global, 23 anak perempuan di bawah 18 tahun menikah setiap menit dan selama dekade berikutnya, diperkirakan ada 13 juta pernikahan anak karena dampak ekonomi COVID-19, menurut Asosiasi Keluarga Berencana Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ms Jumo dari World Vision mengatakan orang-orang di daerah miskin menjadi lebih putus asa daripada sebelumnya dan menyerahkan putri mereka, beberapa yang berusia 10 tahun, untuk menikah.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu jam 3 sore.

Ikuti kami di Facebook dan jangan lewatkan podcast kami. 

Anda dapat mengikuti perkembangan informasi terbaru tentang virus corona dalam bahasa Anda di sbs.com.au/coronavirus

 

Share
Follow SBS Indonesian

Download our apps
SBS Audio
SBS On Demand

Listen to our podcasts
Independent news and stories connecting you to life in Australia and Indonesian-speaking Australians.
Ease into the English language and Australian culture. We make learning English convenient, fun and practical.
Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS
SBS Indonesian News

SBS Indonesian News

Watch it onDemand