So by learning a language as you guys are,
by learning about a different culture,
by going there and experiencing,
you are contributing to stronger relations
between Australia and Indonesia.
Matt Thistlethwaite MP, pendengar,
menyampaikan apresiasinya pada para siswa
yang mempelajari bahasa Indonesia di
sekolah-sekolah di New South Wales dalam
pidato sambutannya saat acara Indonesia
Fair 2026.
Asisten Menteri untuk Urusan Imigrasi dan
juga untuk Urusan Luar Negeri dan
Perdagangan ini, pendengar, menyampaikan
keuntungan para siswa mempelajari bahasa
dan budaya Indonesia serta peluang apa
yang dapat digunakan guna memperdalam
pembelajaran mereka di tahap selanjutnya.
And Indonesia is one of the most important
economies in the world. It is growing at
when you go there and you experience that.
But more importantly, Australians and
Indonesians have a lot in common and we've
a lot of values and trade over many, many
years.
So I would encourage you to continue on
the journey that you are on, to continue
with that passion for studying Indonesian,
for learning about the history and the
heritage and the culture. And if you can
learn the language, that is one of the
best things that you can ever do because
it will ensure that you have wonderful
beyond your school years.
And there are opportunities for you to
take advantage of government programs that
of Indonesian culture. One of your
panelists earlier mentioned the New
Colombo Plan, which is a scholarship
program that the federal government, the
Australian government offers to young
Australians to go and study or to work in
other countries. Particularly, we have a
focus on the Asia Pacific region.
when you finish school and you might be
going off to university
or going off to work, you can apply for
one of those scholarships where you might
be able to go and do a term at an
Indonesian university
and greatly improve your language skills
and immerse yourself in their culture and
Indonesia Fair merupakan program tahunan
yang berfokus pada upaya peningkatan
pembelajaran bahasa Indonesia di
Australia. Tahun ini, acara tersebut
dihadiri oleh sekitar dua ratus pelajar
dari wilayah Sydney dan Wollongong.
Ini sih sebenarnya inisiatif dari AIYA,
Australia Indonesia Youth Association.
Mereka membuat Indo Fair yang pertama
tahun 2023. Tahun 2024, kami bergabung
dengan AIA, AIBC Australian Indonesia
Business Council, dan AIYA untuk membuat
Indo Fair yang mewah, yang besar sekali.
Dan sejak itu, setiap tahun kami masih
bisa membuat Indo Fair. Dan itu adalah
kerja keras dari panitia-panitia yang
sebenarnya ini dari hati nurani kami
karena uangnya sangat sedikit dan kami
semua volunteer, tetapi oleh karena cinta
kami dengan Indonesia dan semangat
dari murid-murid yang menghadiri acara
kami, itu yang membuat kita lebih semangat
dan untuk kerja terus setiap tahun untuk
membuat dan membangun Indo Fair.
Itu tadi Lydia Santoso, ketua dewan dari
Australia Indonesia Institute atau AII dan
juga ketua dari Australia Indonesia
Business Council, AIBC untuk New South
Wales yang menyampaikan gambaran singkat
dari upaya di balik inisiatif ini. Lantas,
sekolah mana saja yang dapat mengikuti
kegiatan tersebut?
Kami sih inisiatifnya untuk membuka acara
ini ke semua student, eh pelajar bahasa
Indonesia di Sydney. Jadi jangan, tidak
hanya small number of, of students. Kita
ini mau membuka ini sem-- eh, ke, ke lebih
luas lagi. Jadi kalau ada yang
gu-guru-guru atau murid bahasa Indonesia
yang belum pernah datang ke Indo Fair, ayo
semangat! Tahun depan kami akan lakukan
lagi dan semoga bisa
me-welcome you all to Indo Fair 2027.
Diawali dengan diskusi menarik bersama
para panelis, para peserta kemudian dibagi
dalam beberapa kelompok untuk mengikuti
berbagai sesi kegiatan, termasuk untuk
belajar menari, bermain gamelan, angklung,
dan juga tawar-menawar.
Namun kali ini, Pendengar, ada sesi
kegiatan yang berbeda dari tahun-tahun
Ibu Lydia telepon saya dan bilang,
"Robbie, kamu mau ke Sydney untuk Indo
Fair dan membuat football sessions di
dalam bahasa Indonesia?" Saya bilang, "Oh,
pasti mau." Dan saya langsung bilang,
"Saya datang." Dan ya, kita di sini
Robbie Gaspar, Pendengar, mantan pemain
sepak bola profesional yang aktif dalam
upaya diplomasi olahraga antara Indonesia
dan Australia.
Dan saya bilang, "Kalau masuk di dalam
lapangan harus pakai bahasa Indonesia,
tidak boleh pakai bahasa Inggris." Mereka
kaget, tapi saya bilang, "Kalian bisa."
Anak-anak murid-murid luar biasa, semangat
luar biasa dan ya saya sangat enjoy dan
hopefully saya bisa inspire murid-murid
untuk tetap belajar bahasa Indonesia.
Dan bagaimana komentar pengajar tentang
acara ini?
Wah, luar biasa sekali karena aktivitasnya
sangat cocok untuk remaja
dan sangat menarik, terutama yang
aktivitas ini bermain sepak bola dengan
Robbie Gaspar. [tertawa] Ya, dan
murid-murid sangat menikmati aktivitas
ini. Untuk murid-murid kami sangat
kelihatan
bahwa mereka sangat menikmati dan membuka
mata mereka waktu mendengarkan tentang
panel discussion tentang karir,
bahwa bahasa Indonesia itu tidak hanya
untuk menjadi guru atau menjadi
translator, tetapi bisa dipakai untuk
bidang-bidang yang lain, seperti science,
finance, jadi tidak terbatas.
Dan itu sangat penting untuk membuka mata
murid
supaya mereka bisa melihat ke depannya
bahasa Indonesia itu tetap penting dan
tetap berguna untuk mereka.
Itu tadi komentar Christin Anggrahini,
pendengar, salah satu pengajar bahasa
Indonesia di New South Wales School of
Languages. Tahun ini merupakan
keikutsertaan pertama kalinya dari sekolah
bahasa ini dalam Indonesia Fair.
Ibu Christin menyampaikan bagaimana acara
seperti ini dapat memupuk minat untuk
belajar bahasa Indonesia.
mirip dengan tren di seluruh Australia,
jumlah pembelajar bahasa Indonesia memang
menurun ya.
Eee, tetapi di setiap tahunnya untuk
selama dua, tiga tahun ini untuk New South
Wales School of Languages, jumlah pelajar
sepertinya mirip dari tahun ke tahun.
Tapi tentu saja kita harapkan bisa,
Dan acara seperti ini kami harapkan bisa
membangun keinginan murid-murid untuk
belajar bahasa Indonesia.
Terkait dengan isu jumlah pembelajar
bahasa Indonesia di sekolah-sekolah
Australia, anggota Parlemen Federal Tim
Watts berpendapat bahwa masalah ini
bersifat kompleks, tetapi ia optimis
situasi ini dapat berubah.
So I want more young Australians studying
and learning Bahasa Indonesia in our high
schools and our universities. That's a
complex systems problem to...
to fix. We need to change the decisions,
not just of students, but of parents, of
teachers, of principals, of university
chancellors, of employers. You know, this
is a system-wide problem, and we need
system-wide solutions.
I've been running an inquiry into
Australia's Asia capability in our
education system and in other parts of
our, our society. Um, I've been working on
that for the last twelve months, and
we've received hundreds of submissions
of... from Australians, from schools, from
universities, from employers who want
more Australians engaging with Indonesian
studies.
That report will be coming out soon, the
report revolting-- resulting from that
inquiry, um, and I'm really optimistic
about our ability to turn the tide and
increase the number of Australians
studying Bahasa Indonesia.
Lydia Santoso mengatakan ada harapan yang
positif.
Oleh karena kerja, kami dan juga semangat
dari guru-guru, nomor, um, jumlah murid
yang mem-membelajar bahasa Indonesia tahun
dua pu, dua lima itu alhamdulillah naik
empat puluh satu persen. So we are doing
great, and we wanna keep this ball
rolling. Jadi, dari empat puluh satu
persen increase, kita ingin tahun depan
lebih lagi. So semoga dengan acara yang
kami, um, lakukan hari ini akan membuat
murid-murid di Sydney yang mungkin belum
belajar bahasa Indonesia untuk meng, eh,
mengambil bahasa Indonesia sebagai bahasa
Dan menggarisbawahi pentingnya belajar
bahasa Indonesia bagi orang Australia,
ini pesan yang disampaikan oleh Tim Watts
bagi para pelajar di negeri ini.
And my view has always been that you can't
be a serious member of Parliament in
Australia without being serious about
Indonesia. I mean, there is no country in
the world that is more important to
Australia than Indonesia. You know, it's
vital to our security, um, a growing
economy that to our immediate north, um,
will be one of the five largest economies
in the world by 2040.
Um, so, you know, it's a fundamental part
of the job description, I think, of, to be
an Australian, a member of Parliament, to
understand Indonesia. And you look at my
workplace, and we are over-represented
with parliamentarians that study Bahasa
we have our, our Foreign Minister, uh,
Penny Wong is, is fluent in Bahasa Melayu,
and she gets along okay in Bahasa
Indonesia.
Um, but we have a number of MPs who spend
time on top of their busy schedule
learning it formally. So, uh, Chris Bowen,
who is our Minister for Energy and lots
of other things, has been studying it for
a long time. Um, uh, Stephen Jones, who
was formerly our Minister for Finance, uh,
again, studied it while being a federal
member of Parliament. We have, uh, Luke
Gosling, uh, Sam Lim, you know, many
members of Parliament in Australia who
speak Bahasa Indonesia. And the reason
that they, they do is because it's so
important to our national interests. In my
line of work, um, it's about
relationships of trust and understanding.
Language is the pathway to relationships
of trust and understanding. It's
fundamental to it. You make a little bit
of effort, people will really respond.
END OF TRANSCRIPT