Presiden Somalia, Mohamed Abdullahi Mohamed, menyatakan tiga hari berkabung nasional setelah sepasang bom mematikan meledak di ibukota Mogadishu.
Sejauh ini belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang disebut paling mematikan dalam sejarah bangsa Afrika tersebut.
Share





