Kejuaraan pencak silat tingkat Victoria kembali digelar di Melbourne dengan 64 atlet dari 11 perguruan. Lebih dari sekadar kompetisi, pencak silat juga menjadi wadah untuk membangun rasa kebersamaan dan menjaga kesehatan mental bagi diaspora di Australia.
Victorian Pencak Silat Championship 2026 diselenggarakan di Collingwood Town Hall, Melbourne, pada Minggu, 21 Juni lalu. Kejuaraan tahunan yang dikoordinasi oleh Australian Pencak Silat Federation (APSF) Victoria ini diikuti oleh 64 atlet dari 11 perguruan, dengan total 9 kategori seni dan 43 pertandingan.
Diski Naim, sekretaris APSF Victoria sekaligus koordinator pelaksana acara, mengatakan bahwa antusiasme terhadap pencak silat di Victoria terus meningkat. Jumlah atlet dan perguruan yang berpartisipasi tahun ini bertambah dibandingkan tahun sebelumnya. Menariknya, peningkatan paling signifikan justru datang dari kelompok usia anak-anak.
Menurut Naim, motivasi peserta beragam, mulai dari ketertarikan terhadap budaya Indonesia, keinginan menjaga kebugaran, hingga pembentukan disiplin. Namun, di luar aspek fisik, pencak silat juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental, tambahnya.
Banyak anggota yang semula pemalu dan kurang percaya diri mengalami perubahan setelah berlatih pencak silat, menurut Naim. Kegiatan yang dikemas secara menyenangkan, terutama bagi anak-anak, turut menjadikan olahraga ini sebagai sarana yang positif, kata Naim.
Hal serupa dirasakan oleh Sabrina Mohammad, wasit dan juri di kejuaraan tersebut, yang telah berlatih pencak silat sejak usia lima tahun di Singapura. Sabrina, seorang Melayu Singapura berlatar belakang Jawa dari sang ayah, mengatakan bahwa pencak silat membantunya secara fisik maupun mental. Ia juga mengatakan, rasa komunitas dalam pencak silat sangat kuat, terlepas dari perbedaan perguruan maupun negara asal.
Naim mengatakan, momen seperti Victorian Pencak Silat Championship mempertemukan orang-orang dengan minat yang sama dan menjalin jejaring yang melampaui latar belakang kebangsaan. Peserta tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari Australia, Malaysia, Singapura, dan Timor-Leste, ujar Naim.
Ke depan, Naim berharap pencak silat di Australia terus berkembang, tidak hanya sebagai sarana pelestarian budaya dan pengenalan Indonesia ke masyarakat Australia, tetapi juga sebagai langkah menuju cita-cita besar: membawa pencak silat ke ajang Olimpiade.
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





