Tren kesehatan terus berkembang setiap
tahunnya. Dan di tahun 2026, salah satu
topik yang paling banyak dibicarakan
adalah gut health atau kesehatan usus.
Untuk mengetahui tentang topik ini, saya
berbincang dengan Leona Victoria, seorang
ahli gizi yang mendapatkan S2-nya di
bidang Dietetics and Nutrition dari
University of Sydney dan sekarang tinggal
di Bali. Dalam perbincangan ini, Ria
menjelaskan mengapa gut health menjadi
tren, makanan apa saja yang baik untuk
kesehatan pencernaan, serta membahas
tantangan gizi yang dihadapi Indonesia
saat ini. Namun sebelumnya, perlu
diketahui pendengar, informasi yang
diungkapkan dalam wawancara ini bersifat
umum dan mungkin tidak sesuai dengan
kondisi kesehatan pribadi Anda. Jika Anda
memiliki masalah gizi atau pencernaan
tertentu, diharapkan untuk berkonsultasi
dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan
untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan
situasi Anda. Pendengar, saya sedang
bersama dengan Leona Victoria yang akrab
dipanggil Ria. Mbak Ria, boleh ya Anda
perkenalkan diri dulu kepada pendengar SBS
Indonesian tentang profesi Anda?
Halo semua, saya Leona Victoria atau biasa
dipanggil Ria. Saya adalah seorang ahli
gizi dan juga feeding therapist, jadi
biasanya saya memberikan panduan makan dan
juga tips-tips makan bagi anak-anak yang
susah makan maupun juga orang dewasa yang
mengalami, yang mengalami penyakit kronis.
Dan Mbak Ria ini mengambil S2-nya
kebetulan juga di Australia ya?
-Betul, di University of Sydney.
-Di bidang Nutrition, Dietitian?
-Dietetics and Nutrition, ya.
-Nah, Mbak Ria nih, sebagai ahli gizi, apa
tren makanan atau diet nih di tahun 2026
nih, yang menurut Ria paling menarik untuk
-diikuti?
-Pastinya gut health sih. [tertawa] Trennya
itu sekarang orang sangat aware dengan
gut sebagai second brain, jadi mereka mau
menyehatkan usus ya, pencernaan usus,
supaya kualitas hidupnya meningkat. Kalau
yang tadinya kita mungkin lebih fokus ke
single nutrient, kayak misalnya omega3
untuk otak atau protein setelah itu, tapi
sekarang lebih ke kesehatan pencernaan
sebagai suatu sistem organ secara
keseluruhan.
Kalau bicara soal gut health nih, itu
seperti yang disebutkan di, lagi ramai di
social media bukan ya? Yang fiber maxing
itu.
Salah satunya iya, ya, karena gut health
itu pasti berhubungan dengan asupan serat
yang selama ini selalu lacking di baik
Indonesia maupun di Australia.
Dan ini apa sih sebenarnya pentingnya gut
health itu? Dan kenapa ya kok jadi tren
-gitu?
-Karena sekarang kita tahu bahwa gut kita,
sistem pencernaan kita berkomunikasi dua
arah dengan otak. Jadi bukan hanya apa
yang kita asup itu mempengaruhi kesehatan
tubuh kita, tapi juga kesehatan otak kita.
Sehingga untuk mendapatkan kualitas hidup
yang lebih baik, mood yang lebih stabil,
imun sistem yang lebih baik, itu juga
harus memperhatikan si gut nya ini harus
sehat dulu. Nggak bisa kita kasih
suplementasi banyak-banyak, pakai
tablet-tablet suplemen, tapi tidak
memperhatikan kesehatan organnya gitu.
Itu termasuk yang ada di Indonesia dan di
Australia. Kalau misalnya nih asupan yang
baik untuk gut itu bagaimana ya bentuknya?
Apakah dari fermentasi, makanan
-fermentasi atau bagaimana?
-Dari makanan fermentasi, iya, sebagai
sumber probiotik, karena probiotik itu kan
living microorganism yang bermanfaat bagi
kesehatan host-nya, kita manusia ya. Lalu
ada juga makanan yang prebiotik, jadi
fermentasi itu biasanya dari
sayur-sayuran, buah-buahan, memberikan
serat. Tadi serat itu sebagai sumber
prebiotik, lalu juga macam-macam jenisnya
seratnya. Jadi tidak hanya satu jenis
serat, bisa dari buah, sayur. Kita paling
suka sekarang push untuk legumes dan
beans, jadi biji-bijian, kacang-kacangan,
itu untuk dimasukkan ke dalam diet kita.
Sehingga manfaatnya bukan hanya terbatas
serat ataupun kalori, tapi juga ada anti
inflamasinya.
Apa itu gunanya dari anti inflamasi itu
tersebut ya?
Karena macam-macam legumes itu kan
biasanya berwarna-warni ya, legumes and
beans itu. Setiap warna itu mengandung
antioksidan yang berbeda, polifenol yang
berbeda. Jadi punya kandungan inflamasi
yang bervariasi juga nih, kadarnya,
jenisnya, jadi saling melengkapi. Nanti di
dalam tubuh, kalau ada inflamasi atau
peradangan, bahan-bahan makanan yang
tinggi anti inflamasi ini akan membantu
tubuh kita untuk me-reduce inflamasi itu.
Jadi tubuh kita tuh nggak selalu dalam
kondisi fight or flight. Kalau inflamasi
kan harus fight or flight, jadi nggak bisa
menyerap nutrisi dengan baik, terutama di
sistem pencernaan. Jadi tanpa sadar,
makanan-makanan yang kita asup yang UPF,
banyak bahan olahan, preservatif, pewarna,
perasa buatan, sintetis, itu mengiritasi
saluran usus. Kalau sudah iritasi, itu
akan terjadi inflamasi, jadi akan seperti
radang gitu ya, bengkak. Jadi kita butuh
asupan-asupan makanan yang bisa meredakan
radang di dalam saluran cerna itu.
Dan legumes itu bentuknya itu tempe
legumes bukan ya? Tempe, tahu gitu.
Betul, kacang polong-polongan kalau di
Indonesia ya namanya ya. Jadi kacang
merah, kacang hijau, kacang kedelai,
kacang koro, undis, macam-macam sih kalau
-di Indonesia ya jenisnya, kacang kapri.
-Sudah pada sehat berarti nih banyakan
-orang Indonesia nih.
-Tapi sayangnya kalau menurut saya, itu
-bahan pangan yang sering dinomor duakan.
-Hmm.
Jadi kalau legumes itu paling banyak di
Indonesia dimakan adalah tahu tempe
pastinya, yang kedua adalah kacang merah.
Tapi di luar daripada itu, jarang banget
ada orang yang menggunakan untuk masak
sehari-hari. Menurut saya sih, the next
superfood ya mungkin ya di dunia ini
adalah legumes dan seeds, biji-bijian.
Ini cara masaknya yang baik nih, seperti
kayak tempe, tahu gitu gimana ya? Apa
digoreng tetap oke atau lebih baik
bagaimana?
Digoreng selalu tidak oke, [tertawa]
karena minyak itu again, ee, minyak itu
meningkatkan peradangan, meningkatkan
inflamasi, lalu memberi asupan kalori yang
terlalu banyak.... biasanya, soalnya kita
nggak bisa kira-kira nih seberapa banyak
minyak yang terserap di dalam makanan kita
goreng. Kalau kita nggak bisa kira-kira,
-pasti biasanya over consumption.
-Baik, jadi lebih baik-
Mendingan direbus, ditumis, atau dibuat
sup itu masih oke.
-Air fryer bagaimana nih?
-Saya setuju dengan air fryer selama
makanan itu tidak gosong. Karena again,
kalau makanan gosong, bagaimanapun cara
masaknya ya, baik itu digoreng, di air
fryer, ataupun dibakar, kalau sampai ada
-gosong itu menimbulkan carcinogenic.
-Oke, dan carcinogenic itu?
Adalah bahan pre-cancer yang memboost sel
cancer.
-Jadi harus hati-hati tetap ya.
-Hmm.
Kita kan sudah berbicara soal tren ya,
yang sedang ada. Nah, kalau kita membahas
soal Indonesia secara khusus nih, isu gizi
terbesar yang sedang dihadapi saat ini
-apa ya?
-Double burden of malnutrition. Jadi kalau
di Indonesia itu agak sedih ya, semuanya
ada. Anak yang stunting dan kurang gizi,
underweight dan wasting itu ada, masih
besar porsinya. Sementara dewasa muda dan
remaja yang menderita obesitas, diabetes,
dan penyakit metabolik itu justru
meningkat. Jadi yang kecil kurang gizi,
yang besar kondisi medis tidak menular.
-[tertawa]
-Kenapa ya, yang mungkin disebabkan oleh
kondisi seperti ini ya? Apa
ultra-processed untuk yang obesitas atau
-bagaimana?
-Saya setuju sih, kalau menurut saya memang
pandemi ultra-processed ini dari kalangan
anak-anak sampai dewasa itu sangat
membabi buta gitu ya, kalau boleh
dibilang. Jadi saat anak butuh
pertumbuhannya pesat, kekurangan gizi
karena terlalu banyak diberikan
ultra-processed food seperti biskuit atau
chips, ciki-cikian
yang tidak ada kandungan nutrisinya. Saat
dewasa, kebiasaan ini sudah terbentuk
sehingga menjadikan dewasa-dewasa muda itu
rentan terhadap obesitas dan juga
diabetes, karena tentunya UPF itu tinggi
kalori, tinggi gula, dan tinggi lemak
-biasanya.
-Jadi lebih baiknya mungkin sebagai orang
tua nih, kan sebagai manusia kita awalnya
dari orang tua dulu bagaimana melatih anak
begitu ya, makanan yang sehat itu
harusnya bagaimana ya kalau bisa Ria kasih
-masukan begitu?
-Sebenarnya isi piringku Indonesia dengan
Healthy Plate Australia itu mirip. Jadi
kita punya satu piring dibagi, kalau
anak-anak ya dibagi menjadi tiga bagian
yang hampir sama besar, yaitu satu per
tiga dari piring adalah karbohidrat.
Tentunya pilih yang kalau bisa rendah
glycemic index. Jadi tidak hanya nasi,
bisa juga umbi-umbian ataupun jagung
ataupun gan-gandum utuh, itu sepertiga
piring. Lalu sepertiga piringnya lagi itu
protein yang rendah lemak, jadi tidak
selalu digoreng. Lalu yang sepertiganya
lagi adalah sumber serat, bisa buah, bisa
sayur. Itu mirip di Indonesia sama di
Australia sama. Seharusnya ini yang
menjadi base makanan sehari-hari, bukan
-ultra-processed food.
-Balik lagi berarti akhirnya untuk buah dan
-sayur itu untuk kesehatan gut juga ya?
-Iya, kesehatan gut, heeh.
-Ria, terima kasih ya atas waktunya.
-Sama-sama, Mbak Anne.
END OF TRANSCRIPT