Di tengah rentetan bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat pada awal tahun 2026, sebuah kearifan lokal muncul sebagai pilar kekuatan masyarakat.
Tradisi Badoncek yang biasanya ditemukan dalam perhelatan adat atau keagamaan kini dikelola secara profesional oleh YBMN - Yayasan Badoncek Mambangun Nagari.
Di bawah kepemimpinan Andra Permana Putra, yayasan ini mengadaptasi semangat sukarela masyarakat menjadi bantuan yang lebih tepat sasaran.
Meski cuaca ekstrem masih membayangi wilayah seperti Agam dan Padang, yayasan ini aktif menyalurkan bantuan ke titik-titik sulit. Uniknya, gerakan ini tidak hanya sekadar memberi, tetapi menekankan pada kualitas dan martabat korban.
Inovasi Bantuan: Lebih dari Sekadar Mi Instan
Yayasan Badoncek menerapkan beberapa skema bantuan yang berbeda dari bantuan konvensional:
- Makanan Sehat: Mengganti makanan instan dengan makanan matang siap santap yang bergizi, seperti rendang.
- Alat Masak (Family Kit): Mengingat logistik bahan pangan mulai mencukupi, yayasan fokus membagikan alat masak agar warga bisa mengolah makanan sehat sendiri.
- Program Money for Work: Memberdayakan korban bencana sebagai pekerja sosial di wilayah mereka sendiri. Upah yang diberikan membantu pemulihan ekonomi sekaligus menjaga kesehatan mental warga agar tetap produktif di masa sulit.

The Badoncek Mambangun Nagari Foundation distributed ready-to-eat food to disaster victims. Credit: YBMN-Yayasan Badoncek Mambangun Nagari
Dukungan Global dan Solidaritas Perantau
Kekuatan Badoncek tidak hanya datang dari warga lokal, tetapi juga dari jaringan perantau Minang di seluruh dunia. Dukungan mengalir dari berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara seperti Brunei Darussalam dan Amerika Serikat.
Hal ini membuktikan bahwa nilai kedermawanan tetap kuat meski di tengah situasi ekonomi yang menantang.

Ready-to-eat meals are distributed to secure the nutritional well-being of disaster survivors.. Credit: YBMN-Yayasan Badoncek Mambangun Nagari
Harapan dan Langkah ke Depan
Andra menegaskan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi yang lebih luas. Ia menyoroti beberapa poin penting untuk masa depan:
- Ketegasan Pemerintah: Perlunya tindakan tegas terhadap aktivitas perusakan lingkungan seperti penggundulan hutan.
- Standardisasi Penanganan: Pemerintah didesak memiliki panduan operasional (SOP) yang terstandar dan koordinasi yang lebih baik, mencontoh negara maju seperti Jepang.
- Penghijauan: Mendorong program pelestarian lingkungan sebagai langkah preventif jangka panjang.
Gerakan Badoncek membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan manajemen yang tepat, masyarakat memiliki daya lenting yang luar biasa dalam menghadapi bencana.
—————————
Nurhadi Sucahyo



