Anzac Day setiap tanggal 25 April, tidak hanya diperingati di Australia dan Selandia Baru, tetapi juga di Indonesia, khususnya di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Peringatan hari Anzac di Indonesia ini dimungkinkan karena pada 1945, tentara Australia dan Selandia Baru berperan dalam pembebasan kawasan tersebut dari penjajah Jepang.
Dalam sebuah wawancara dengan SBS Indonesian, Petrik Matanasi, seorang periset sejarah, mengungkap peran penting pasukan Australia dan Selandia Baru dalam pembebasan Balikpapan dari pendudukan Jepang pada tahun 1945.

Upaya ini dimulai dengan misi pengintaian berisiko oleh Z Force di Samboja yang memberikan intelijen krusial bagi Sekutu meskipun memakan korban jiwa.
Operasi puncaknya melibatkan pengeboman udara besar-besaran oleh Amerika Serikat yang meluluhlantakkan infrastruktur kota, disusul pendaratan sekitar satu brigade pasukan Australia dari laut.

Meskipun peristiwa ini jarang dibahas dalam buku pelajaran sekolah, dampak Perang Dunia II di Balikpapan sangat nyata, mulai dari kehancuran fisik kota hingga krisis kelaparan yang melanda rakyat.
Menariknya, interaksi ini memicu simpati dari tentara Australia yang membantu warga lokal dengan makanan hingga pemberian senjata karena ketidaksukaan mereka terhadap Belanda.
Keberadaan Tugu Australia di Balikpapan menjadi bukti sejarah sekaligus pengingat hubungan diplomatik dan emosional yang erat antara Indonesia dan Australia yang berakar dari masa perang tersebut.

—————————————-
Nurhadi Sucahyo
Pendengar, setiap tanggal 25 April Australia memperingati Anzac Day. Anzac
Day adalah hari nasional untuk mengenang para prajurit Australia dan Selandia Baru
yang gugur dalam perang. Tidak hanya di Australia, peringatan juga dilakukan di
kota Balikpapan dan di kota kecil di kawasan Maluku Utara. Mengapa? Karena ini
adalah tempat-tempat di mana pada 1945 tentara Australia yang tergabung dalam
Sekutu berperang untuk melawan Jepang dan pada saat bersamaan sebenarnya membebaskan
Indonesia dari penjajahan Jepang. Bahkan sekarang ada tugu Australia di kota itu.
Saya berbincang dengan Petrik Matanasi, seorang sejarawan, seorang periset sejarah
yang sudah menulis banyak buku dan artikel tentang berbagai peristiwa sejarah
di Indonesia, termasuk tentang perang yang terjadi antara pasukan Australia dan
Selandia Baru melawan pasukan Jepang di kawasan Kalimantan Timur, khususnya di
sekitar kota Balikpapan dan sekitarnya hingga ke Maluku Utara. Ikuti perbincangan
dengan Petrik Matanasi berikut ini.
Yang menarik itu saya baca kemarin di Balikpapan itu ada yang namanya Tugu
Australia. Mungkin kita bisa ngobrol mulai dari situ, Pak. Apa sebenarnya dan kenapa
kemudian di Balikpapan itu ada Tugu Australia itu?
Jadi kan dari tahun empat puluh dua ya, dari awal empat dua sampai ya sekitar
bulan Juni lah ya, Juni atau Juli. Kan
Balikpapan kan eh termasuk daerah pendudukannya angkatan laut Jepang ini ya.
Dari Armada Selatan kedua. Nah, Armada Selatan kedua itu markasnya kan di eh di
Makassar gitu, sekitar Makassar lah gitu. Jadi penguasanya ini kan angkatan laut
kan.
Lalu kenapa kemudian eh ada Australia di situ? Nah kan Australia ini kan termasuk
negara Sekutu kan, eh musuhnya Jepang lah gitu kan. Jadi Australia ini dilibatkan
dalam eh operasi perebutan kota Balikpapan gitu kan. Begitu juga eh, eh Tarakan gitu
ya. Sebelum Balikpapan kan Tarakan dulu yang diserang.
Baru kemudian Balikpapannya gitu kan. Nah itu eh jumlah, jumlah tentara yang--
tentara Australia yang masuk ke Balikpapan itu kira-kira jumlahnya satu brigade.
Jadi tentara Australia inilah yang kemudian membebaskan kota Balikpapan dari
pendudukan tentara Jepang. Kira-kira kasarnya seperti itu, Mas.
Itu berarti kira-kira tahun empat puluh lima-an ya, Pak?
Juli 1945. Pas, pas Perang Dunia Kedua mau selesai lah gitu kan. Kan itu bagian dari
-Perang Dunia Kedua juga kan. -Iya.
Eh di front Pasifik lah ya kan jatuhnya. Nah-
Oleh Sekutu, Pak. Oleh Sekutu apakah memang Australia ini ditugaskan khusus ke
-kawasan ini atau bagaimana sehingga- -Yes.
-Kenapa mereka- -Ya pastinya dia di--
eh ya kan Sekutu kan bagi-bagi tugas kan.
Kalau di Pasifik itu eh perannya tentara Australia lumayan banget gitu kan. Kan
kalau di front Eropa dalam Perang Dunia Kedua itu kan, itu perannya Inggris dan
Amerika kan.
Nah, kalau di sekitaran eh kawasan
Timur Tengah itu ada Inggris lah gitu ya.
Nah, kalau di sekitar kawasan Asia Pasifik
itu ada perannya Australia juga, ada perannya Amerika juga, dan Inggris ada
juga gitu. Tapi
untuk di sekitar Indonesia,
tentara Australia dalam Perang Dunia Kedua dalam menga-- usaha mengalahkan Jepang
itu sangat besar. Jadi ya Australia bagian dari Sekutu dan ya Se-- eh Sekutu kan
-pasti bagi-bagi tugas lah kan. -Betul.
Oke kamu di sini, kamu di sini. Jadi kira-kira kayak gitu.
Berapa lama Pak, apakah ada catatan berapa lama mereka eh beroperasi di sekitar
Balikpapan atau Kalimantan Timur itu?
Paling enggak sebelum bulan Juli, Mas ya. Sekitar bulan Maret atau April itu pasukan
ke daerah Samboja, Mas. Tapi pasukan kecil gitu. Jadi mereka bikin semacam
misi, misi intelijen lah gitu. Nah yang menyusup itu, itu adalah pasukan khusus
nyebutnya Z Force gitu kan. Nah, Z Force-nya yang masuk ke Samboja itu isinya
macam-macam. Ada orang Belanda, ada orang Amerika juga,
eh ada juga orang Australia gitu kan. Dan
eh di artikel yang kutulis di Tirto itu ada Mas nama-namanya.
-Iya. -Nah mereka operasi penyusupan dulu ke
daerah Samboja kan. Nah Samboja itu
letaknya di
utaranya Balikpapan lah. Kira-kira berapa kilo ya? Sekitar tiga puluh kilometer dari
Balikpapan lah kira-kira kalau Samboja itu. Nah dia ke situ dulu. Mereka
mengumpulkan data-data intelijen gitu kan.
Tapi misi ini keburu kecium gitu kan. Oh iya aku lupa, di Z Force itu juga ada
orang New Zealand juga, Mas.
Anzac itu kan via New Zealand Army kan kalau nggak salah.
-Betul. -Nah komandannya Z Force yang masuk ke
Samboja itu namanya Donald Stock. P angkatnya Mayor.
-Hmm. -Jadi operasi ini
gimana ya,
eh kemudian kan tercium sama tentara Jepang.
Ya mereka di-diburu lah sama tentara Jepang di situ.
-Iya. -Tapi mereka berhasil menghancurkan eh
semacam
pemancaran Jepang.
Lalu mereka juga berhasil membawa empat orang Samboja untuk dibawa ke Morotai.
Morotai itu di Maluku Utara kalau pernah dengar.
Nah di sana
orang-orang Samboja yang dibawa sama Z Force itu kemudian dilatih lagi. Nah, dari
se-sekitar dua belas, kalau nggak salah sekitar sep-sepuluh atau dua belas anggota
Z Force itu kemudian
beberapa meninggal, Mas.
Beberapa meninggal dan hilang termasuk si komandan o-- eh misinya ini si Mayor Don
Stock ini hilang.
Tapi beberapa bisa kembali gitu kan. Nah terus, nah baru setelah operasi Z Force di
Samboja itu ya kemudian ya bahan terkumpul dan akhirnya eh operasi obu untuk merebut
kota Balikpapan itu dilancarkan ya kan. Di mana eh,
eh tentara Australia itu sangat dominan gitu loh dalam perebutan kota Balikpapan.
Total ada berapa Pak kalau personel hitungan eh yang dikerahkan ke sana?
Yang aku tahu satu brigade lah kira-kira, Mas.Jadi beberapa batalion gitu kan. Nah,
aku mohon maaf nih aku tidak tahu pasti satu batalion mereka itu berapa gitu, tapi
rata-rata batalion itu bisa tujuh ratus sampai
seribu lah.
Katakanlah ada tujuh ratus,
katakanlah di situ ada sekitar tiga batalion, bisa jadi ada-- mungkin ada tiga
ribuan tentara Australia, Mas, yang
ikut pembebasan ini. Nah, tapi jumlah tentara Jepang itu tidak banyak sebetulnya
di kota Balikpapan itu. Cuman melawan mereka ini susah. Kan prinsip Jepang itu
kan bertempur sampai mati kan. Nah, mereka ini ketik-- nah,
sorry nih aku lupa, lupa ceritakan ke dirimu. Jadi sebelum tentara Australia
masuk, itu kan pesawat pembom Amerika lewat dulu nih ke sekitar Balikpapan. Jadi
Balikpapan tuh dibom dulu, Mas. Dibom pakai bom napalm kalau nggak salah. Jadi
gara-gara pemboman itu kota Balikpapan tuh hancur, Mas. Jadi itulah kenapa
Balikpapan itu sulit menemukan bangunan peninggalan sebelum tahun 1945.
Kenapa? Karena Balikpapan itu dibombardir gitu loh. Kilang minyak, pemukimannya,
terus kantor-kantornya itu pada dibom. Nah, setelah itu dibom Amerika selama ya
beberapa kali lah ngebomnya itu ya, baru tuh tentara Australia nembakin dari laut
dulu, terus mereka mendarat di pantai-pantai di sekitar Balikpapan. Nah,
ketika setelah mereka masuk Balikpapan itu aduh risiko matinya gede banget. Kenapa
aku bilang risiko mati gede banget? Karena tentara Jepang pasang sniper di bu-- di
banyak titik gitu loh dan susah gitu untuk itu. Bahkan Jenderal MacArthur waktu
mengecek Balikpapan, sebe-- dia ngecek sebentar gitu kan, itu tembakan tentara
Jepang masih ada gitu loh. Ya tapi untungnya Jenderal MacArthur itu panglima
sekutu di Asia Pasifik, untungnya selamat kan di, di Balikpapan itu.
Pak, saya mungkin tidak terlalu banyak membaca buku sejarah ya, tapi secara umum
saya seperti kebanyakan orang Indonesia lah, eh kurang me-- kurang mendengar
tentang pertempuran tentara Selandia Baru dan Australia di Balikpapan dan sekitarnya
ini. Kenapa kira-kira ini kurang populer lah kalau di Indonesia?
Jawabannya gampang banget, Mas. Karena tidak dicatat dalam buku pelajaran sejarah
di sekolah. Gitu sih. Padahal gini, Mas, ya. Sorry nih, Mas. Aku, aku menambahkan
lagi. Ini tidak populer di sekolah kan. Jadi memang banyak orang Indonesia enggak
tahu dan, dan aku juga tidak bisa menyalahkan orang Indonesia sampai enggak
tahu gitu kan. Tapi kan ini gara-gara, apa ya, pemerintah itu kurang mengangkat gitu
bahwasanya
Indonesia itu dulu bagian dari Perang Dunia Kedua dan itu yang pemerintah tuh
kayaknya, eh, kayak tidak peduli gitu loh. Bahwasanya Indonesia itu dulu medan
perang gitu loh. Dan banyak orang Balikpapan sendiri itu kelaparan loh, Mas,
di masa-masa itu, Mas. Jadi yang cerita-cerita begini mereka tidak
mengangkat gitu kan. Dan menariknya lagi nih, Mas, kan tentara Australia kemudian
berkuasa kan setelah Jepang kalah kan. Maksudnya di, di Balikpapan itu dikuasin
tentara Australia.
Tentara Jepangnya kan pada kalah, menyerah gitu kan, dan banyak yang mati gitu. Nah,
itu tentara Australia itu, itu merasa sedih gitu loh, Mas. Merasa sedih dengan
penderitaan orang Indonesia gitu kan.
Kelaparan, enggak, enggak punya baju gitu kan. Pokoknya kalau Anda lihat foto-foto
era-era itu, itu ada di bukunya Anthony Reid gitu kan. Itu mereka tuh kurus. Ya
pokoknya ngenes lah gitu, Mas, bahasanya. Nah, bukan hanya itu nih, Mas. Kan
kemudian orang Australia ini kan menjadi dekat nih sama orang-orang Indonesia.
Mereka jadi bersimpati, jadi merasa kasihan gitu kan. Dan bahkan nih orang--
tentara-tentara
Australia, terutama yang pangkat rendah nih, Mas, ya. Yang pangkatnya sersan ke
bawah lah gitu. Kopral, prajurit gitu kan. Mereka tuh pada benci loh, Mas, sama
tentara Belanda, Mas. Apalagi sama perwira tentara Belanda itu benci banget mereka.
Jadi kadang-kadang kalau ada senjata nih dikasihkan ke orang Indonesia, Mas. Ya itu
kan risikonya bisa dihukum kan kayak gitu, Mas. Tapi kan memang sekutu ini
biasanya memang banyak meninggalkan alat-alat perangnya gitu loh, Mas. Jadi
kebanyakan tidak dibawa pulang gitu kan. Kalau senjata tentara Australia kan kadang
mirip tentara Inggris. Kadang ada yang unik namanya senjata, eh, senapan mesin
ringan yang namanya Owen Gun itu kan. Nah, itu kadang-kadang
tentara Australia ngasih loh ke orang-orang Indonesia. Nah, biasanya
dengan senjata-senjata itulah kemudian orang-orang Indonesia, eh, ngelawan
tentara Belanda setelah tahun empat enam lah gitu, Mas.
Pak, kalau tugu Australia itu sendiri dibangun oleh siapa sebenarnya, Pak?
Nah, ini biasanya ada pihak dari Australia sih, Mas. Aku kurang begitu tahu juga,
ya. Tapi memang Australia itu kan sangat care dengan sejarah perang mereka kan.
Makanya ada Australian War Memorial gitu kan, AWM. Nah, mereka bukan hanya buat
tugu itu, Mas. Jadi beberapa titik yang menjadi makam-makam tentara sekutu pun
juga mereka rawat. Misalkan di Ambon gitu. Nah, kalau di Ambon tuh ada tuh makam
tentara Australia kan. Nah, mungkin kalau tugu-tugunya aku yakin enggak hanya
Balikpapan sih. Musti-- soalnya Australia ini kan operasinya di beberapa daerah di
Indonesia bagian timur lah. Kayak Sulawesi, Maluku gitu kan. Tapi kalau Jawa
kayaknya enggak kan. Jawa kan kemudian yang masuk tentara Inggris gitu.
Karena fakta-fakta semacam ini sebenarnya penting juga dimunculkan ke permukaan
sehingga ya mungkin ini sebenarnya adalah tali pengikat hubungan kita dengan
Australia begitu, ya?
Ya menurut aku sih gitu sih, Mas. Tapi ya mungkin gini loh. Tentara-tentara
Australianya ini, ya mereka ini kan orang-orang kelas baw-- mereka orang kelas
bawah. Dan aku harus jujur, Mas. Mereka itu kebanyakan pendukung Partai Komunis di
Australia, Mas.
Nah, biasanya simpatisan Partai Komunis itu enggak suka sama penjajah. Jadi mereka
anti Belanda gitu loh. Simpatisan Partai Komunis Australia itu waktu tentara
Belanda mau bawa barang dari Australia tuh, Mas, ya. Ngalangin loh sama
buruh-buruh pelabuhan di Australia, Mas. Jadi mereka pada boikot. Ini kan dulu
bukan, eh, crane-nya enggak model sekarang ya, Mas,
ya. Crane pelabuhan itu kan tidak seperti sekarang. Jadi, eh, buruh angkut itu kan
banyak. Nah, itu buruh angkut di pelabuhan-pelabuhan Australia enggak mau
tuh, eh, ngangkutin masukkan barang-barang,
eh, kebutuhan tentara Belanda ke dalam kapal. Kan sebelum masuk Indonesia kan
tentara Australia itu banyak di-- eh, sorry. Sebelum masuk Indonesia banyak
tentara Belanda itu kan bertahan di Australia, Mas. Nah, itu dilancangin tuh
sama,
apa ya, para buruh-buruh pelabuhan Australia gitu. Jadi
ya di tahun-tahun itu sumpah orang-orang Australia itu baik banget dan mereka
sangat mendukung kemerdekaan Indonesia, Mas.
Oke.
Bagaimana sebaiknya kita memperlakukan catatan-catatan sejarah seperti ini?
Apakah ya kita tulis di sejarah secara resmi atau ya kita biarkan ini muncul
dalam banyak tulisan seperti sekarang ini yang akhirnya memang orang tidak banyak
paham bagaimana sejarah kita dengan Australia, terutama di sektor militer
-khususnya lagi di sekitaran dulu ya. -Jaman dulu ya. Agak susah juga, ya. Karena
kalau ngarepin ditulis secara resmi ini kan lambat gitu kan. Dan,
dan kita tahu penulisan sejarah
untuk anak-anak sekolah itu kan cenderung kali
bagi beberapa pihak termasuk saya menganggapnya itu manipulatif lah gitu,
Mas. Dan sulit kalau kita yang resmi-resmi gitu. Ya mau enggak mau ya dengan usaha
kecil gitu kan. Mungkin dengan membuat artikel atau menyampaikannya kalau ada
kesempatan lah katakanlah seperti itu. Jadi ya memang agak sulit sih, Mas. Ya
tapi paling enggak sebenarnya
catatan tentang ini banyak banget sih, Mas, sebelum-sebelumnya kan. Ada beberapa
buku tentang hubungan antara Indonesia dengan Australia itu. Saya paling enggak
buku itu ada lebih dari dua biji buku itu. Sepanjang saya belajar tentang sejarah
-Perang Dunia Kedua gitu. -Pendengar, Petrik Matanasi, seorang
periset sejarah, sejarawan, penulis artikel, dan banyak buku tentang berbagai
peristiwa sejarah di Indonesia menjelaskan kepada kita tentang apa yang terjadi di
Balikpapan dan Kalimantan Timur secara umum pada pertengahan tahun 1945 ketika
tentara Australia dan Selandia Baru membantu Indonesia mengusir penjajah
Jepang. Terima kasih. Sampai jumpa kembali.





