Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Petugas Kebersihan yang Jadi Pemilik Kafe, Wilbert Tan: 'Apapun Kondisinya, Tetap Ada Kesempatan'

Wilbert Tandiono

Cleaner turned cafe owner Wilbert Tandiono. Credit: Wilbert Tandiono/SBS Indonesian

Dari menjadi petugas kebersihan hingga menjadi pemilik kafe di Sydney, ini cerita Wilbert Tandiono.


Published

By Tia Ardha

Source: SBS




Share this with family and friends


Dari menjadi petugas kebersihan hingga menjadi pemilik kafe di Sydney, ini cerita Wilbert Tandiono.


Wilbert Tandiono tiba di Australia sesaat sebelum pemberlakuan lockdown Covid pada tahun 2019. Berusaha bertahan hidup di negara ini di tengah situasi pandemi yang sulit dengan dana terbatas, ia menerima tawaran pekerjaan apa pun yang datang padanya.

"Pada saat itu covid coming, lockdown, mau gak mau aku harus kerja sebagai apa pun, yang penting punya penghasilan, dikarenakan once sudah memutuskan untuk tinggal di Australia, saya sudah nggak bisa move back," ungkapnya pada SBS Indonesian, menggarisbawahi bahwa saat itu ia sudah mengeluarkan banyak biaya untuk keperluan visa dan perjalanan.

Wilbert kemudian menerima pekerjaan sebagai petugas pembersih apartemen di Sydney, dengan "spesialisasi" mencuci tong sampah.

"Pada saat itu, divisi itu gak ada yang mau [mengerjakan]," ujarnya.

Apapun kondisinya, tetap ada kesempatan.
Wilbert Tandiono, pemilik San Java 2.0
San Java matcha
Some of the favourites of the San Java 2.0. Credit: Supplied/Wilbert Tandiono

Meski demikian, mimpi Wilbert yang konstan adalah untuk menjadi pemilik usaha di bidang F&B. Berbekal pengalaman sebelumnya sebagai pemilik bisnis di Medan dan motivasi yang besar, ia bertekad mengumpulkan modal dan mempelajari alur bisnis di Australia dengan bekerja di negeri ini.

Dari gaji yang $14 hingga $50 per jam, dari pekerjaan sebagai kitchen hand hingga kitchen head, Wilbert mencatat pelajaran dari semua pengalamannya dan kemudian menerapkannya untuk membuka bisnis pertamanya di Australia: Cafe San Java.

San Java
The first San Java cafe in Sydney was opened in 2024. Credit: Supplied/Wilbert Tandiono
San Java 2.0
Had to move from its original location, San Java 2.0 was born in late 2025. Credit: Supplied/Wilbert Tandiono

Kini, tujuh tahun kemudian, Wilbert memposisikan dirinya sebagai pemilik salah satu kafe dengan pertumbuhan cepat di jantung kawasan Sydney yang ramai. Bagaimana perjalanannya mengembangkan bisnis hingga tercipta San Java 2.0? Apa mimpi Wilbert untuk bisnisnya ini?

Dengarkan podcast ini selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Stream now