Watch FIFA World Cup 2026™ LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Popularitas Domba Garut yang Legendaris

Domba Garut

Domba Garut berbadan besar dengan tanduk yang kuat. Credit: Supplied/Aceng

Domba Garut sangat dikenal di Indonesia karena berbagai keunggulannya. Apa cerita di balik domba legendaris ini?


Domba Garut sangat dikenal di Indonesia karena berbagai keunggulannya. Badannya kekar dan secara alami memang suka sekali bertarung, sehingga menjadi domba pilihan untuk ajang adu domba. Ajang ini bahkan sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Garut, provinsi Jawa Barat. Sepanjang tahun, diadakan berbagai ajang lomba adu domba dengan hadiah tinggi. Domba-domba yang menang, diperdagangkan dengan harga fantastis, lebih dari Rp 100 juta.

Domba Garut adalah hasil persilangan tiga jenis domba, yaitu domba lokal Jawa, domba Cape dari Afrika Selatan, dan domba Merino dari Spanyol atau Australia, yang dilakukan di zaman penjajahan Belanda pada abad 19. Persilangan ini menghasilkan domba yang memiliki badan besar, bertanduk kuat dengan bentuk melingkar yang khas, dan cenderung agresif. Domba Garut kini sudah disahkan sebagai sumber daya genetik Indonesia.

Di Garut, terdapat kelompok peternak domba yang terkenal, bernama Al Awwaliyah, dan Aceng Cahyana adalah ketua paguyuban ini.

Domba Garut betina mudah beradaptasi dan berkembang biak dengan mudah, kata Aceng. Sementara domba jantan gagah dengan badan yang besar. Domba jenis ini telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan hingga Malaysia.

Untuk domba yang digunakan untuk adu domba atau ketangkasan, di umur satu tahun sudah mencapai Rp 15 juta. Semakin sering domba itu mengikuti ketangkasan atau diadu, harganya akan semakin naik hingga bisa mencapai ratusan juta. Domba jenis ini juga memiliki kandang khusus, yang disebut Aceng sebagai kandang yang mewah.

Anak-anak domba yang menang ketangkasan, akan dihargai cukup mahal bahkan ketika baru lahir. Meski anak domba yang biasa diadu biasanya juga akan menjadi jagoan ketangkasan, tetapi peternak tetap harus mengajarinya bertanding sejak kecil.

“Bapaknya petarung, enggak serta merta anaknya jadi petarung,” kata Aceng.

Dengarkan wawancara ini selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now