Tragedi jatuhnya seorang wisatawan Australia di Pantai Kelingking, Nusa Penida, kembali menyoroti pentingnya keselamatan di sejumlah destinasi wisata Bali yang menawarkan pemandangan spektakuler namun memiliki medan yang menantang.
Pada Sabtu pagi, 12 September 2026, seorang perempuan asal Queensland, Australia, meninggal dunia setelah terjatuh dari tebing di Pantai Kelingking, Pulau Nusa Penida, Bali.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari berbagai media, perempuan bernama Brianna Cronin yang berusia 29 tahun itu sedang mencari jalur menuju tepi tebing namun ia terpeleset dan jatuh ke dalam jurang.
Pantai Kelingking hanya salah satu dari sekian banyak destinasi populer di Bali dengan pesona pemandangan yang memukau.
Namun di balik keindahan tempat-tempat wisata tersebut, tak jarang jalurnya cukup terjal dan memerlukan kewaspadaan dari para pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya mengatakan sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 yang mengatur tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali, tempat-tempat wisata di Bali dilengkapi dengan sarana penunjang untuk melindungi keselamatan para pengunjung.
Meski demikian Sumarajaya mengatakan diperlukan juga kerjasama para pengunjung obyek wisata untuk mematuhi peraturan dan meningkatkan kewaspadaan.
“Untuk menghindari hal-hal seperti ini, tentu kita harus sama-sama disiplin, baik bagi para pengunjung juga pihak yang menjaga di tempat-tempat wisata,” ujarnya.
Bagi Zacky Zakaria, warga Indonesia yang telah lama bermukim di Australia, Bali merupakan tempat persinggahan favorit setelah mengunjungi keluarganya di Jakarta.
Berbagai tempat wisata di Pulau Dewata itu telah ia datangi. Namun, ada beberapa peristiwa yang membuatnya harus lebih berhati-hati lagi dan berharap akan ada perbaikan dan tindakan preventif dari pihak-pihak terkait.
“Saya pernah naik ferry ke Nusa Penida dan di tengah perjalanan air pasang sehingga menimbulkan guncangan yang benar-benar (hebat),” ujar Zacky mengenang perjalanannya beberapa tahun lalu. “Saya bersyukur sekali bisa kembali dengan selamat.”
Zacky mengatakan mungkin alangkah baiknya jika sebelumnya ada peringatan bahwa cuaca akan kurang baik untuk melakukan perjalanan lewat laut. Hal ini untuk menghindari terjadinya kejadian-kejadian seperti tenggelam atau terbaliknya kapal karena diterjang ombak besar seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Saya pikir ada banyak perbaikan yang bisa dilakukan sehingga Bali dapat menjadi tempat yang aman untuk para wisatawan,” ujarnya.





