Community: Unlimited Permanent Stay Permits for GCI (Global Citizenship of Indonesia) Recipients

1000409815.jpg

information Day for Global Citizenship of Indonesia Visa at Indonesian Consulate General premises in Sydney. Credit: IDN NSW

The Indonesian government has launched and rolled out the Global Citizenship of Indonesia (GCI) visa intended for descendants or former WNI (XWNI).


The Indonesian government has launched and rolled out the granting of Global Citizenship of Indonesia visas intended for descendants or former WNI (XWNI).

The visa is aimed at staying longer and enjoying time in Indonesia, including the possibility of retirement in the future.

One of the recipients was Mr. Adam Tedja, who shared his experience in a brief interview.

Mr. Adam's main motivation was the ease of entry into Indonesia without having to continue using a visa on arrival, not to work or open a business.
Adam Tedja
Adam Teja, receipient of Global Citizenship of Indonesia visa. Credit: Adam Teja
Mr. Adam applied for this visa because he had long wanted to have a more permanent residence permit to make it easier to go back and forth to Indonesia, given that he often visits and still has family and many friends there.

Information about this visa he obtained from the socialization of KJRI, the Indonesian Diaspora Network, as well as his colleagues.

The registration process is done online through Indonesia's official immigration website with fairly complete document requirements, such as old passport, birth certificate, name change document, family card, and financial proof.

The cost of an E32E visa is approximately IDR 34 million. Although it was delayed due to the Christmas and New Year holidays, the process was classified as fast: after an interview via Zoom on Friday and the visa was approved on Monday morning.

He rated the socialization and support from KJRI and the Directorate General of Immigration very good and suggested this visa for XWNI who want to make it easier to return to Indonesia without the need for work.

The information provided is for general informational purposes only. Testimonials reflect individual experiences and results may vary.
For detailed information, please contact the relevant authorities.

Listen to SBS Indonesian every Monday, Wednesday, Friday and Sunday at 3pm. Follow us on Facebook and Instagram, and don't miss our podcasts.

Speaker 1

Pendengar, beberapa waktu yang lalu, pemerintah Indonesia telah

mengeluarkan sebuah visa baru yang ditujukan kepada keturunan

atau XWNI.

Visa tersebut adalah Global Citizenship Visa.

Dan beberapa waktu yang lalu, kami mendapat informasi

bahwa salah satu dari teman kerabat kami telah

berhasil mendapatkan visa tersebut.

Berikut ini, binjang-binjang singkat kami dengan penerima

visa tersebut, Bapak Adam Tedja.

Selamat pagi, Pak Adam.

Terima kasih atas waktunya.

Speaker 2

Selamat pagi, Pak Ricky.

Speaker 1

Pak Adam, saya mendapat informasi bahwa Pak Adam

telah berhasil mendapatkan Global Citizenship Visa itu.

Apa yang menyebabkan Anda untuk mohon visa tersebut?

Speaker 2

Sebenarnya, sudah ada keinginan cukup lama untuk mempunyai

visa kurang lebih permanen untuk balik-balik ke

Indonesia, karena saya cukup sering balik ke Indonesia.

Jadi, saya memang sering hadir di konjen mendengarkan

pilihan-pilihan visa yang kita bisa ambil sebagai

warga negara asing atau warga negara Australia.

Jadi, pernah dengar seperti visa grey hair visa,

golden visa, visa berbeda, tapi kayaknya nggak pernah

cocok.

Terus, sebelum Krismas, ada acara di Kajeri mengenai

sosialisasi mengenai Golden Citizenship Indonesia Visa.

Saya mau sekali datang hari Jumat, tapi nggak

bisa.

Saya ingat teman saya dari Indonesia Diaspora Network

bilang, Bro, ini ikut.

Aku pikir, ini bagus banget kelihatannya.

Tapi aku nggak bisa.

Jadi, aku dengar rekamannya saja dan lihat data

-data yang di-sharing di WhatsApp Group IDN

South Wales.

Saya dengar dari Pak Salud, saya dengar dari

teman-teman, dan dengar juga hari itu dari

brother saya, Bro Taufik.

Bro Taufik itu sponsor acara itu waktu itu.

Pak Konjen, Pak Pendekar Muda ada di sana.

Jadi, saya melihat itu hari Jumat, saya udah

semangat sekali.

Jadi, hari Sabtu saya langsung daftar, langsung saya

register.

Speaker 1

Jadi, Anda adalah ex-WNI begitu, Pak?

Speaker 2

Betul, Pak.

Speaker 1

Jadi, dokumen apa saja yang diperlukan, Pak?

Speaker 2

Dokumen cukup banyak.

Jadi, dokumen seperti pasport lama.

Buat saya sih, dari akte kelahiran, ganti nama,

surat keluarga, terus opsi pasport, terus ada juga

bank statement untuk menunjukkan bahwa saya punya sejumlah

uang, terus juga buat saya karena saya pernah

ganti nama di sini, di Indonesia pernah ganti

nama, ID, semua ID ada.

Jadi, itu lumayan juga.

Semua penerangannya sangat jelas sekali di waktu saya

pergi ke website itu ada semua.

Jadi, cukup mudah.

Speaker 1

Jadi, berapa lama proses pemohonan ini, Pak, sebelum

mendapatkan visa tersebut?

Speaker 2

Mungkin permohonan itu saya masukin, kalau nggak salah,

saya masukin tanggal 21 Desember.

Kira-kira tanggal segitu.

Tapi karena Krismas, jadi mungkin tidak ada respon

sampai mungkin sekitar hari Rabu yang lalu.

Hari Rabu yang lalu diminta bahwa saya akan

minta dihadir untuk di-Zoom hari Jumat yang

lalu.

Speaker 1

Jadi, di-interview begitu melalui Zoom?

Speaker 2

Iya, ada interview, Pak.

Jadi, setelah saya register, masukkan data-data saya

di website-nya Indonesia punya visa itu, kemudian

saya submit semua dokumen-dokumen yang mereka perlukan.

Juga ada biaya yang harus saya bayar untuk

visa ini.

Ini visanya namanya E32E, biayanya itu 34 juta.

Setelah saya kirim, saya dapat resit dari mereka,

dan kemudian setiap hari saya cek.

Statusnya masih seperti lagi pending.

Mungkin karena Krismas New Year.

Tapi begitu hari Rabu itu saya dapat curhat,

cepat sekali.

Saat saya di-interview jam 2, tadi pagi,

jam 5 pagi, saya dapat surat sudah dapat

visanya, Pak.

Luar biasa.

Luar biasa cepatnya, Pak.

Speaker 1

Wah, luar biasa cepatnya.

Kalau dibandingkan dengan visa yang pernah Bapak terima,

seperti ITAS itu bagaimana?

Speaker 2

Saya nggak pernah punya ITAS, nggak punya

ITAP.

Itu nggak pernah punya, Pak.

Saya cuma setiap kali saya datang itu pakai

visa on arrival saja.

Speaker 1

Sebenarnya, apa yang menjadi motivasi utama Anda untuk

mengajukan global citizen visa ini?

Apakah hanya untuk tinggal lebih lama di Indonesia

atau bagaimana?

Speaker 2

Ya, Pak.

Maksudnya supaya lebih mudah.

Karena memang saya sering sekali keluar ke Indonesia.

Keluarga masih ada di sana, banyak teman di

sana.

Jadi itu motivasi saya, Pak.

Speaker 1

Oke.

Speaker 2

Ya, mungkin seumur saya lebih banyak keinginan untuk

tinggal di sana juga, Pak.

Speaker 1

Untuk bekerja atau untuk pensiun di sana, Pak?

Speaker 2

Oh, nggak, Pak.

Ini visa bukan buat bekerja.

Kita nggak boleh kerja.

Speaker 1

Oh, nggak boleh kerja.

Oke.

Speaker 2

Ya, kurang lebih untuk enjoy lah.

Enjoy masa kecil.

Saya sudah 42 tahun di sini, Pak.

Speaker 1

Jadi sudah ada planning ini untuk rencana Anda

untuk tinggal di Indonesia?

Speaker 2

Ya, sekarang planningnya baru.

Nggak mimpi aja, Pak.

Planning belum.

Sekarang mungkin bisa diaktifkan, planning saya.

Speaker 1

Dari pengalaman Anda ini, apakah ada informasi yang

bisa Anda sampaikan kepada para pendengar yang ingin

mengajukan permohonan visa ini, Pak?

Speaker 2

Ya, kalau mungkin ini yang menurut saya kalau

kita memang tidak ada keinginan untuk buka bisnis,

hanya untuk keinginan untuk pulang lebih mudah, mungkin

ini sangat baik sekali ya.

Karena setelah ini kelihatannya ya sudah no more

VOA ya.

Nggak ada visa on arrival.

Dan buat saya tahun ini saya rencana untuk

balik empat kali.

Saya sudah ada tiket empat kali pulang nih.

Speaker 1

Langsung dimanfaatkan, Pak, ya?

Speaker 2

Iya, langsung, Pak.

Tapi bantuan dari KJRI sangat baik ya.

Karena mereka sudah sosialisasinya sangat baik.

Dan juga bantuan dari Departemen Imigrasi Indonesia luar

biasa.

Interview, memang agak lama interviewnya.

Mereka sangat detail.

Tapi sangat baik, Pak.

Speaker 1

Oke, Pak Adam Tedja, terima kasih atas informasi

dan waktu yang diberikan.

Dan selamat menikmati liburan Anda di Indonesia.

Speaker 2

Terima kasih, Pak Ricky.

See you all the best.

END OF TRANSCRIPT

Share
Follow SBS Indonesian

Download our apps
SBS Audio
SBS On Demand

Listen to our podcasts
Independent news and stories connecting you to life in Australia and Indonesian-speaking Australians.
Ease into the English language and Australian culture. We make learning English convenient, fun and practical.
Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS
SBS Indonesian News

SBS Indonesian News

Watch it onDemand
Community: Unlimited Permanent Stay Permits for GCI (Global Citizenship of Indonesia) Recipients | SBS Indonesian