Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Cultural Amnesia: Luka Sejarah dan Seni sebagai Doa Perubahan

Tisna4.jpeg

"Laundry and Cleaning Service" by Tisna Sanjaya, featured at solo exhibition in Sydney, titled "Cultural Amnesia", at The Cross Art Projects. Credit: Tisna Sanjaya

Cultural Amnesia, pameran perdana Tisna Sanjaya di Sydney menyajikan narasi kritis atas kondisi politik dan lingkungan melalui beragam medium seperti lukisan, etsa, dan instalasi.


Published

By Ricky Kusumo

Source: SBS



Share this with family and friends


Cultural Amnesia, pameran perdana Tisna Sanjaya di Sydney menyajikan narasi kritis atas kondisi politik dan lingkungan melalui beragam medium seperti lukisan, etsa, dan instalasi.


Wawancara ini memperkenalkan sosok kang Tisna Sanjaya, seniman sekaligus akademisi ITB, yang melalui pameran bertajuk Amnesia Kultural di Sydney menyuarakan kritik tajam terhadap kondisi sosiopolitik Indonesia.

Judul pameran tersebut menjadi refleksi atas kecenderungan masyarakat dalam melupakan rekam jejak kelam korupsi sistemik dan genosida era Orde Baru yang kini seolah tersamarkan oleh kembalinya tokoh-tokoh masa lalu ke puncak kekuasaan.

tisna6.jpeg
Tisna Sanjaya Credit: Tisna Sanjaya

Melalui eksplorasi karya dramatis bernuansa gelap, kang Tisna berupaya menggugah ingatan kolektif bangsa agar tidak mudah dimanipulasi oleh taktik politik yang sering kali mengaburkan sejarah demi kepentingan rezim yang sedang berkuasa.

Selain muatan politik yang kuat, pameran ini juga mengungkap filosofi mendalam di balik penggunaan material aspal dan abu sisa pembakaran dalam karya-karyanya.

tisna5.jpeg
War Machine by Tisna Sanjaya Credit: Tisna Sanjaya

Penggunaan medium unik ini berakar dari pengalaman personal yang menyakitkan ketika instalasi seninya di Bandung dihancurkan secara paksa oleh aparat satu dekade silam demi proyek pembangunan hotel.

Bagi kang Tisna, debu sisa pembakaran tersebut telah bertransformasi menjadi simbol perlawanan terhadap perusakan lingkungan dan ketidakadilan kultural.

Tisna1.jpeg
Tisna Sanjaya at Cross Art Project Sydney 2026 Credit: Tisna Sanjaya

Untuk pameran di Sydney, kang Tisna membuat karya baru berjudul Seni Sebagai Doa untuk Perubahan (Art as a Prayer for Change).

Dengan mengusung konsep seni sebagai doa, kang Tisna menegaskan bahwa karya kreatif adalah media spiritual yang mampu mendorong perubahan global, menyuarakan pembelaan atas hak asasi manusia, serta menentang segala bentuk kediktatoran di seluruh penjuru dunia.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now