Watch FIFA World Cup 2026™

LIVE, FREE and EXCLUSIVE

Dari Kuntilanak sampai Malin Kundang, Seniman Australia Bawa Cerita Rakyat Sumatra lewat Panggung Teater

Shannan Tamby Lim performing Samson at the 2025 Melbourne Fringe Festival. Photo_ Supplied_Tom Noble.jpg

Shannan Tamby Lim performing 'Samson' at the 2025 Melbourne Fringe Festival. Credit: Supplied/Tom Noble

Seniman Australia Shannan Tamby Lim menghadirkan 'Samson', sebuah pertunjukan teater yang memadukan komedi dan horor, terinspirasi dari cerita rakyat Sumatra dan Melayu.


Published

Updated

By Anne Parisianne

Presented by SBS Indonesian

Source: SBS



Share this with family and friends


Seniman Australia Shannan Tamby Lim menghadirkan 'Samson', sebuah pertunjukan teater yang memadukan komedi dan horor, terinspirasi dari cerita rakyat Sumatra dan Melayu.


Di salah satu panggung Melbourne Fringe Festival, Shannan Tamby Lim memerankan karakter bernama Samson, seorang pemuda lugu yang untuk pertama kalinya keluar dari rumahnya dan bertemu makhluk-makhluk mitologi. Cerita ini terinspirasi dari konsep 'merantau' yang penting bagi masyarakat Minangkabau.

Lim lahir di Singapura dengan latar belakang Minangkabau dan pindah ke Australia saat berusia 10 tahun. Ia mengatakan bahwa ‘Samson’ adalah pertunjukan yang menggabungkan unsur komedi dan horor. Lim memadukan kedua elemen kontras ini merujuk kepada ciri khas gaya sinema horor Indonesia yang selalu menyisipkan adegan lucu. Ia juga percaya bahwa kombinasi komedi dan horor mencerminkan kehidupan yang sesungguhnya, ada senang dan ada susah.

Selain Samson, ada juga berbagai makhluk-makhluk mitologi dari cerita rakyat Sumatera, seperti Malin Kundang, Harimau Jadian, dan Kuntilanak. Pertunjukan ini juga menghadirkan karakter yang universal seperti putri duyung.

Shannan Tamby Lim performing Samson at the 2025 Melbourne Fringe Festival.
Shannan Tamby Lim performing Samson at the 2025 Melbourne Fringe Festival. Credit: Supplied/Tom Noble/Shannan Tamby Lim

Dalam ‘Samson’, Lim, yang juga seorang penulis, bertransformasi menjadi berbagai karakter hanya dengan perubahan kostum sederhana dan permainan fisik, seperti melompat dengan kaki rapat untuk menggambarkan ekor putri duyung.

Kepada SBS Indonesian, Lim mengatakan penonton Melbourne menyambut baik pertunjukan ini, termasuk penonton yang tidak memiliki latar belakang Melayu.

Lim berencana membawa ‘Samson’ kembali ke Melbourne dan kota-kota lain di Australia tahun depan, bahkan berharap bisa tampil di panggung internasional.

Dengarkan podcast ini selengkapnya.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore.
Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.


Latest podcast episodes

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now