Seniman Australia Shannan Tamby Lim menghadirkan 'Samson', sebuah pertunjukan teater yang memadukan komedi dan horor, terinspirasi dari cerita rakyat Sumatra dan Melayu.
Di salah satu panggung Melbourne Fringe Festival, Shannan Tamby Lim memerankan karakter bernama Samson, seorang pemuda lugu yang untuk pertama kalinya keluar dari rumahnya dan bertemu makhluk-makhluk mitologi. Cerita ini terinspirasi dari konsep 'merantau' yang penting bagi masyarakat Minangkabau.
Lim lahir di Singapura dengan latar belakang Minangkabau dan pindah ke Australia saat berusia 10 tahun. Ia mengatakan bahwa ‘Samson’ adalah pertunjukan yang menggabungkan unsur komedi dan horor. Lim memadukan kedua elemen kontras ini merujuk kepada ciri khas gaya sinema horor Indonesia yang selalu menyisipkan adegan lucu. Ia juga percaya bahwa kombinasi komedi dan horor mencerminkan kehidupan yang sesungguhnya, ada senang dan ada susah.
Selain Samson, ada juga berbagai makhluk-makhluk mitologi dari cerita rakyat Sumatera, seperti Malin Kundang, Harimau Jadian, dan Kuntilanak. Pertunjukan ini juga menghadirkan karakter yang universal seperti putri duyung.

Dalam ‘Samson’, Lim, yang juga seorang penulis, bertransformasi menjadi berbagai karakter hanya dengan perubahan kostum sederhana dan permainan fisik, seperti melompat dengan kaki rapat untuk menggambarkan ekor putri duyung.
Kepada SBS Indonesian, Lim mengatakan penonton Melbourne menyambut baik pertunjukan ini, termasuk penonton yang tidak memiliki latar belakang Melayu.
Lim berencana membawa ‘Samson’ kembali ke Melbourne dan kota-kota lain di Australia tahun depan, bahkan berharap bisa tampil di panggung internasional.
Dengarkan podcast ini selengkapnya.





