Lunar Year 2026's Spirit of Fire Horse: Optimism, Peace, Abundance

HORSES.jpg

Credit: Getty Images/VU PHAM VAN

The Lunar New Year this time is the year of the Fire Horse. The Year of the Horse is one of the most dynamic shio in the Chinese zodiac, symbolizing freedom, speed, and unquenchable spirit.


Note: The information expressed in this podcast/article is of general nature and it may not be appropriate for your personal circumstances. Contact professionals for clear advice on your situation.

In Chinese culture, horses are often regarded as symbols of success and courage due to their always forward-moving nature and having a high work ethic.

Characteristically, individuals born under the auspices of this shio are known as extroverted, independent, and highly energetic individuals. They have a strong social appeal as well as the ability to motivate people around them.

In an interview on SBS Radio, Feng Shui expert Suhana Lim explained that 2026 is the year of the Fire Horse which will only begin on February 17, 2026 according to the Chinese calendar.

This year is predicted to have two contrasting sides, where the upside is marked by a spirit of optimism and squirming economic growth, but the downside carries the risk of friction or conflict as well as public emotions that tend to be more explosive.

Suhana Lim emphasized that the characters of “Fire Horse” often make people act impulsively without thinking long, so he appealed to the importance of keeping a cool head even though the mood was heating up.

Regarding business opportunities, sectors related to water, wood, and metals such as IT, education, food, and automotive are predicted to grow rapidly, while the property and finance sectors may face greater challenges.

From the health side, the public is reminded to be more vigilant against disorders of the heart, kidneys, and lungs organs.

konsultan-fengshui-internasional-suhana-lim.webp
Suhana Lim, Feng Shui consultant. Credit: Suhana Lim

At the end of the conversation, Suhana Lim advised that each individual is capable of self-introspection, wise in filtering information on social media, and not easily provoked by emotions so that 2026 can be passed more peacefully, harmoniously, and bring good luck to everyone.

Listen to SBS Indonesian every Monday, Wednesday, Friday and Sunday at 3pm. Follow us on Facebook and Instagram, and don't miss our podcasts.

Kami mengangkat suatu isu atau topik, Anda dapat hubungi langsung kami di kosong dua

sembilan empat tiga kosong tiga satu tiga lima atau nomor lainnya kosong tiga

sembilan sembilan empat sembilan dua dua kosong delapan. Nah, rupanya tamu kami

yang berikutnya juga sudah berada di jalur, jadi saya akan segera bergabung

dengan Bapak Suhana Lim, penulis dan juga pakar fengsui itu.

-Selamat siang Bapak Suhana Lim. -Ya, selamat sore Bu Sri dan semua pemirsa

radio SBS ya. Salam sehat.

Terima kasih, Bapak. Nah, Bapak saya tahu waktunya sangat sempit, tapi

seperti biasa, saya akan mohon Bapak untuk menjelaskan ini. Karena kita baru saja

menapaki tahun baru 2026 itu, jadi kalau dari sudut

-fengsuinya itu bagaimana, Bapak? -Ya, jadi kalau

tahun baru Imlek ya itu nanti baru pada 17 Februari. Jadi kita mulai

nanti akan berlangsung hingga

tanggal lim-- eh, tanggal lima bulan dua tahun 2027. Jadi kita agak telat

ya, karena memakai perhitungan kalender Chinese. Nah, itu nanti simbolnya itu

adalah kuda berunsur api. Nah, jadi ini

juga adalah kalau dari kacamata fengshui ini tahun yang menarik. Menariknya dalam

arti apa? Pertama, itu kita lihat yang sisi positif. Jadi unsur api itu adalah

terkait dengan perasaan joyful atau happiness lah. Nah, pada

saat, eh, kita itu merasa happy atau joy itu berarti kita

lebih, eh, optimis. Nah, ya semangat. Nah, jadi itulah, jadi, eh, dari, eh,

peluang itu sisi positif dari tahun 2026 itu adalah perekonomian mulai

bagus. Ini sisi positif, tetapi di sisi lain itu selalu kan dalam kehidupan itu

ada dua sisi yang kita istilahkan yin yang. Nah, tadi kan itu kita sebutkan sisi

yang, yaitu bisnis akan flourish. Tapi kalau yang terjadi, which is amit-amit lah

itu terjadi, itu sisi yin-nya itu berarti apa? Friksi. Friksi itu apa? Dalam arti

perang. Nah, ini yang kita nggak mau lah. Saya juga harapin jangan terjadi.

-Tidak terjadi. -Iya, karena kalau terjadi itu kan yang

merugikan semua belah pihak. Nah, eh, faktor lain dari tahun, eh, kuda api itu

adalah orang akan lebih emosional. Jadi orang bisa istilahnya

tanpa berfikir panjang, dia melakukan tindakan dulu, istilahnya, eh,

sebut dulu atau bicara dulu atau lakukan dulu, nanti bagaimana-

-Urusan belakang. -baru dipikirin. Nah, itu kalau yang orang,

orang dari temen-temen dari, eh, Jawa Barat, kumaha engke ya bilangnya. Jadi, ya

pokoknya itu. Nah, itu yang kita harus, eh, moga-moga sisi yang baik lah yang

-lebih- -Menonjol.

-terjadi nanti, iya. -Tapi Bapak, kalau kita lihat situasi, ini

artinya itu situasi dunia terutamanya, itu memang, memang ya mengarah ke situ kan.

-Tunggunya meningkat kan, iya. -Iya,

apa namanya, seperti Bapak katakan tadi, yaitu, eh, friksi itu akan

-meningkat. -Lebih meningkat, peluangnya lebih besar

-untuk terjadi. -Iya, nah walaupun ekonomi kemungkinan itu

Bapak katakan tadi akan lebih bagus. Nah, sekarang Bapak biasanya memang ada kan,

ini kecenderungan positifnya, ini kecenderungan negatifnya, tapi

apakah ada faktor lain dari fengshui itu yang dapat

mungkin tidak seratus persen menetralisasikan, tetapi mengurangi dampak

negatif dan juga mendorong dampak positif? Itu kasarnya begitu.

Iya, nah inilah jadi dari diri kita masing-masing. Kalau kita semua istilahnya

bergotong-royong me-ngedepankan optimisme, kita

mengedepankan energi dari tahun kuda yang istilahnya dynamic, yang istilahnya

optimis, nah ini bisa, tapi kita jangan, eh, tanpa sadar atau paling parah kalau

kita secara sadar ikut-ikutan ya jadi marah-marah atau apalah istilahnya dalam

hal yang terkecil. Nah, ini yang, yang kita perlu sama-sama lakukan. Nah, dengan

semakin banyak kita, eh, semua berpikiran positif, itu akan membantu. Nah, kemudian

juga tadi kan saya ada bilang bisnis, ya

akan lebih berpeluang untuk menggeliat, untuk membaik. Nah, ini bidang bisnis, eh,

yang berpeluang besar itu adalah bidang unsur air, kemudian bidang unsur

kayu, kemudian bidang unsur logam. Nah, yang mungkin sedikit agak challenging itu

adalah bidang unsur api dan tanah. Nah, air ini apa? Ya komunikasi, bidang

komunikasi, bidang IT, ya kemudian, eh, kalau kayu itu ya bidang pendidikan,

bidang, eh, tekstil, bidang kertas. Ini saya hanya ambil beberapa contoh ya,

karena masih banyak. Kemudian, kayu itu juga bidang hasil bumi, pangan lah. Nah,

kemudian kalau metal itu adalah bidang logam, jadi ya harga emas itu udah pasti

kan udah berapa bulan terakhir ini melonjak, eh, cukup signifikan, kemudian

bidang otomotif, kemudian bidang, eh, dari produk kulit asli. Nah, yang tadi

yang dua terakhir itu api dan tanah. Nah, api itu apa? Itu api itu, eh, adalah

bidang chemical, kemudian bidang produk dari barang plastik. Nah, kemudian kalau

tanah itu ya bidang, eh, properti, bidang, eh......finance. Nah, ini dua

yang agak kurang. Nah, begitu juga, eh kalau kita lihat dari organ tubuh yang

lebih rentan untuk mendapatkan gangguan itu adalah dari kelompok organ api,

kemudian organ air, kemudian organ logam. Nah, api ini ada apa? Jantung, kemudian,

eh penglihatan ya, kemudian yang berkaitan dengan darah, itu bisa kayak darah

tinggi, darah rendah, amit-amit leukemia gitu. Nah, kemudian air. Air itu adalah

ginjal, kemudian air itu adalah pendengaran kita. Nah, kemudian logam.

Logam itu apa? Paru-paru dan kulit. Nah, ini jadi untuk

teman-teman yang memang pada dasarnya udah ada, eh, bawaan dari organ tersebutnya

lemah, itu tolong diperhatikan. Nah, kemudian yang akan juga marak di tahun

kuda ini adalah terkait dengan relationship.

-Iya. -Jadi relationship ini bukan terbatas hanya

kepada pasangan, tapi kolega kerja, teman. Jadi-

-Masih berpeluang. -Iya, masalah. Ini yang tolong kita harus

-hati-hati. -Nah, Bapak itu tadi dari sudut kesehatan

sudah disinggung. Nah, karena hidup kita ini kan tidak pernah lepas dari media

-sosial, kan begitu? -Betul.

Jadi tadi Bapak mengatakan bahwa kalau ini Kuda Api itu jenisnya ya sarat

-akan emosi, walaupun- -Iya.

tenaganya besar ibaratnya, tapi sarat emosi. Jadi kalau saya simpulkan, berarti

kita harus bisa memberikan semangat supaya-

-Betul. -bersifat positif, tapi juga mengingatkan

-kan Bapak? -Iya.

-Itu akan hal-hal- -Nah, betul, jadi kita istilahnya jangan

gampang terpancing lah. Maksudnya kalau orang dulu kan dibilang hati kita boleh

-mendidih, tapi kepalanya harus- -Harus dingin. Iya, iya. Nah, ini kalau

karena saya tahu Pak Suhana Lim itu sebagai bukan saja pakar fengshui,

tapi juga sering memberikan nasehat-nasehat kan Bapak itu tentang-

-Iya, melalui tulisan-tulisan lah. -Iya, iya, iya dari tulisan-tulisan Bapak

itu. Jadi kalau saya kaitkan dengan ini tadi, itu tadi, yaitu dengan media sosial

itu, jadi bagaimana sebaiknya Bapak? Karena katanya kan semua itu harus mulai

-dari individu. -Diri sendiri.

-Iya, iya. -Iya.

-Jadi bagaimana itu seorang- -Jadi ya biasanya kalau, kalau misalkan

kita dapat berita ya kita cek and recheck lah, ini berita sebenarnya benar atau

berlebihan. Nah, kemudian juga kan kalau kita dapat berita kita nggak harus

langsung forward ke sana kemari. Ada hal yang kita ya udah cukup for our eyes only,

kita nggak perlu sharing lagi. Nah, kemudian juga, eh sebenarnya juga saya

sedikit penjelasan, yang setiap kali saya berbagi itu, itu bukan, bukan hanya untuk

pembaca loh, Bu. Itu nasehat untuk diri saya sendiri. Jadi cara saya untuk

me-menasehati dan

-ber-self reflect bagi diri saya. -Mawas diri.

Misalkan, saya kayak tadi, iya, jadi kayak saya tadi pagi tulis kadang-kadang kenapa

ada orang bilang, "Wah, ini orang nggak cocok nih jadi pejabat. Saya lebih pintar,

kenapa dia jadi, saya nggak jadi?" Nah, itu kan bahan bagi kita introspeksi. Apa

yang salah dengan kita? Kalau kita merasa diri kita lebih pintar, kenapa kita bisa

nggak jadi seperti orang yang mungkin kita nggak ada simpati lah, ngomong kasarnya

kita nggak suka. Nah, ini yang kadang-kadang susah. Jadi saya

kadang-kadang juga dalam berinteraksi sama banyak orang ya, itu bisa teman,

keluarga, atau klien, mereka bilang, "Kok si Anu lebih sukses dari saya, sementara

saya yang lebih pintar, enggak." Saya bilang, "Ya, nggak harus begitu. Dalam

hidup kan kalau semua orang yang pintar berarti yang jadi konglomerat semua

profesor loh." Buktinya kenyataannya banyak yang nggak lulus kuliah. Nah, ini

juga, nah ini juga ada lagi terutama dari kaum ibu-ibu nih. "Aduh, si ini temen dia

katanya penampilannya nggak secantik dia, tapi kok suaminya sayang dia?" Nah, saya

bilang, "Jangan iri, kamu pikir dia punya kelebihan apa yang kamu nggak punya,

makanya suami dia lebih, lebih care ke di, ke orang tersebut, biarpun mungkin..."

Nah, ini kayak hal-hal begini yang kadang-kadang kita suka hati-hati gitu,

-karena nggak bisa. [tertawa] -Iya.

-Ya. -Terima kasih sekali Bapak itu.

-Sama, sama. -Jadi intinya bahwa

di tahun Kuda Api ini atau di tahun 2026 ini kita harus selalu-

-Iya. -mawas diri dan juga-

-Betul. -ini apa, eh memberikan-

-Emosi, jaga emosi. -Iya, jaga emosi.

-Jaga emosi, iya. -Memberikan semangat, tapi juga harus

selalu ingat, ya, ya mawas diri itu tadi, iya.

Iya, itulah semoga kita semua bisa melewati tahun 2026 dengan lebih adem lah

-istilahnya, ya. -Lebih tentram, Bapak, dan lebih-

-Iya. -lebih damai.

-Hoki, lebih hoki. [tertawa] -Iya, lebih hoki.

-Damai ya itu udah pasti. -Iya.

-Tapi kalau hoki ya lebih penting gitu. -Iya. Dan untuk situasi dunia, terutamanya

Bapak, yang setiap hari kita mendengarkan hal-hal yang-

-Semoga jangan lah. -Tidak nyaman.

-Udah kita jangan. -Iya.

He eh, nggak enak lah. Kita juga at least untuk kita punya Melbourne tercinta, untuk

Sydney tercinta itu selalu nyaman. Udah itu aja.

Ya, semuanya Bapak, bukan hanya Melbourne dan Sydney, tapi juga-

-Seluruh dunia. -Iya, saudara-saudara kita yang ada di

-Indonesia atau di- -Di Indonesia, iya betul.

dimanapun

mereka itu berada. Bapak Suhana Lim, terima kasih sekali lagi dan sampai jumpa-

Sama-sama.

-di lain kesempatan, Bapak. -Iya, terima kasih, Bu. Sehat selalu ya.

-Demikian juga untuk para pemirsa. -Selamat siang.

Selamat siang, terima kasih.

END OF TRANSCRIPT

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now