Aisyah Kirana Mengajak Refleksi tentang Budaya Nasi melalui Lem Nasi

paper glue1.png

Interactive work based on “rice glue” in the Nongkrong Festival exhibition curated by Playte and displayed at Blak Dot gallery, Melbourne. Credit: Blak Dot Gallery

Bagi Aisyah Kirana, “lem nasi” bukan sekadar perekat, tetapi medium untuk menceritakan hubungan emosional orang Indonesia dengan makanan pokok mereka.


Aisyah Kirana, seorang seniman diaspora Indonesia, menampilkan karya interaktif berbasis “lem nasi” dalam pameran Nongkrong Festival yang dikurasi oleh Playte dan ditampilkan di galeri Blak Dot, Melbourne. Pameran ini berlangsung dari 18 Januari hingga 8 Februari 2026.

Terinspirasi dari kenangan masa kecil ketika ia membuat lem, Aisyah mengemas “lem nasi” sebagai karya seni rupa sekaligus ruang partisipatif. Pengunjung diajak menulis "surat cinta" kepada nasi dan seluruh ekosistemnya, yaitu petani, tanah, hujan, ibu yang memasak nasi setiap hari, dan lain-lain.

Aisyah Kirana at the grand opening of the .jpeg
Aisyah Kirana at the grand opening an interactive work based on “rice glue” in the 2026 Nongkrong Festival exhibition at Blak Dot Gallery, Melbourne. Credit: Aisyah Kirana

Simak perbincangan SBS Indonesian dengan Aisyah Kirana untuk mengetahui perjalanannya sebagai seniman di Australia, tantangan yang dihadapi, dan bagaimana nasi menjadi jembatan untuk berbagi cerita budaya Indonesia.

Dengarkan SBS Indonesian setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu jam 3 sore. Ikuti kami di Facebook dan Instagram, serta jangan lewatkan podcast kami.

Share

Follow SBS Indonesian

Download our apps

Listen to our podcasts

Get the latest with our exclusive in-language podcasts on your favourite podcast apps.

Watch on SBS

SBS Indonesian News

Watch it onDemand

Watch now